Berita AJSC

Berita # 3

Steyl - February 12, 2008

SSpS / SVD / SSpSAP


          Salam hangat dari anggota Team AJSC di Steyl. Kami ingin memberitakan beberapa kegiatan kami, yang kiranya menarik dan menyemangati anda dalam menunaikan tugas pelayanan animasi rohani. Berita AJSC ini juga merupakan undangan bagi anda untuk berbagi pengalaman dengan mengirimkan kami, ‘kegiatan animasi rohani yang terlaksana di provinsi atau regio anda’.

Isi Berita AJSC kali ini:

  1. Goch menjadi tempat ziarah
  2. Provinsial & Animasi Rohani
  3. Dibimbing oleh Roh menuju Kapitel
  4. Retret 30 hari
  5. Kegiatan AJSC di Steyl
  6. Kegiatan lain AJSC
  7. Menjalin kontak
  8. Lampiran 1 - (Pentingnya Animasi Rohani)

1 Goch menjadi tempat ziarah

Tanggal 18 Mai 2005 Uskup Reinhard Lettmann, Uskup Münster, menulis surat berikut kepada P. Günter Hoebertz, Pastor paroki tempat kelahiran Pendiri kita di Goch:

Tanggal 12 Mai 2005, anda menyampaikan permohonan untuk menjadikan desa Goch dan gereja paroki sebagai satu gereja ziarah untuk memperingati St. Arnoldus Janssen. Anda menyatakan bahwa semakin banyak orang mengunjungi Goch, menelusuri jejak St. Arnoldus Janssen. Mereka datang ke paroki Maria Magdalena, di mana dulu Arnoldus Janssen dibaptis; mereka memasang lilin dan menyampaikan ujud-ujud mereka. Anda juga menyatakan bahwa anda telah mendirikan sebuah ruang doa di dalam Gereja agar memudahkan para peziarah berdoa secara layak. Selain itu para peziarah juga berkunjung ke rumah tempat kelahiran Arnoldus dan mengunjungi paroki St. Arnoldus Janssen.*

Sesuai dengan keinginan anda, maka dengan ini saya secara resmi sebagai pejabat Gereja menyatakan bahwa Goch menjadi tempat ziarah menelusuri jejak St. Arnoldus Janssen.

* (sebuah paroki di Goch yang dikelolah oleh SVD)

Para agen mulai mengatur perjalanan mencakup Goch dan Steyl, juga Kevelaer, Kapela Maria, tempat di mana Arnoldus dan Josepha biasa sering berziarah. Di Steyl, di depan peti jenazah St. Arnoldus, lilin-lilin selalu bernyala siang dan malam sejak kanonisasi bulan Oktober 2003 yang lalu. Nampaknya semakin hari semakin banyak kelompok peziarah berkunjung.

 2. Provinsial & Animasi Rohani

Tanggal 15-29 Mai Generalat menyelenggarakan dua minggu lokakarya bagi 32 provinsial dan regional baru bersama empat koordinator zona. P. Peter McHugh diminta menyajikan topic tentang ‘Animasi rohani’. Dalam ceramahnya ia menekankan pentingnya animasi rohani dan menegaskan tiga tugas provinsial/ regional sebagai animator: 1) agar membantu dan meningkatkan pertumbuhan tiap pribadi sama saudara dalam pengabdian tugas misionernya. 2) memajukan dan memperkaya hidup komunitas. 3) Menggalang misi kita.

Dalam pleno diskusi para provinsial/ regional ditekankan secara khusus dua hal berikut:

(1) Mendukung SATs. Para provinsial/ regional didorong untuk lebih memanfaatkan sumber daya provinsi/ regio, secara khusus SATs; mengangkat sama saudara yang mampu, yang berminat dan diterima oleh sama saudara yang lain; memberikan dukungan kepada mereka. Provinsial dan dewan hendaknya bertemu bersama anggota SAT dan merencanakan apa yang bisa dilaksanakan untuk animasi rohani tahun depan. Termasuk pula bisa mengundang AJSC untuk menawarkan program dalam kerjasama dengan anggota SAT.

(2)  Lebih memanfaatkan retret tahunan. Dalam retret sering aspek sosial lebih penting daripada refleksi pribadi dalam suasana doa. Nilai retret terbimbing perlu ditekankan. Pihak provinsi perlu mendorong lebih banyak anggota untuk bersedia mengemban tugas pelayanan ini. AJSC telah menyelenggarakan beberapa lokakarya ‘bimbingan menjadi pembimbing retret dan pembimbing rohani’ dan semakin bertumbuh penghargaan akan anggota kita sendiri yang menjadi pembimbing rohani. AJSC merasa gembira untuk menyajikan lokakarya tersebut di sebuah provinsi atau beberapa provinsi bersama. Silakan menghubungi kami.

Ceramah P. Peter McHugh kepada para provinsial/ regional dilampirkan dalam BERITA ini bersama satu halaman iktisar hasil pertemuan AJSC dengan dewan general SVD di Steyl, 27-30 Desember 2002, tentang Animasi Rohani. Lembaran ini dibagikan juga kepada para provinsial di Nemi.

3. Dimbing oleh Roh menuju Kapitel

Mengatur satu retret terbimbing menuntut banyak usaha; tetapi dengan niat baik, banyak hal akan bisa terlaksana. Provinsi SSpS Philipina utara menyelenggarakan kapitel provinsi dalam bulan Januari lalu. Kapitel dimulai dengan retret terbimbing bagi semua anggota dan pengurus kapitel. Retret ini meminta banyak pembimbing baik SSpS maupun SVD. Namun menurut Sr. Milagros, pemimpin provinsial yang baru, kerja keras sungguh membawa hasil.

4. Retret 30 harii

P.Tony Pates, Sr.Matilde dan P.Simon menyelenggarakan Retret 30 hari bagi para peserta kursus Formator SSpS Internasional ke VIII di Philipina dalam bulan Mei Juni lalu. Tema retret berfokus pada unsur-unsur Spiritualitas trinitaris misioner dan karisma kita; tekanan khusus pada aspek tersebut seperti keberakaran kita dalam kasih Allah Tritunggal, kehadiran aktip Roh Kudus sepanjang Retret, mengikuti Yesus sebagai perempuan religius di misi tapal batas, kepenuhan Roh sebagai tenaga dinamis dalam bermisi, misi Allah Tritunggal yang berkelanjutan. Acara retret mencakup pula perjalanan dan kunjungan kontemplatip ke wilayah miskin, di mana keluarga-keluarga sederhana tinggal dan tempat-tempat di mana mereka bekerja. Juga mengunjungi panti anak-anak perempuan yang dilecehkan secara seksual.

Dengan cara ini team berusaha untuk meyakinkan bahwa proses retret hendaknya mengalir dari pengalaman suster sendiri akan spiritualitas misioner dan karisma kita. Memang dalam sidang evaluasi dan perencanaan Desember 2004 yang lalu di Steyl, Sr. Agada menantang team untuk mengembangkan suatu struktur dan dinamika retret 30 hari, yang berdasar langsung pada spiritualitas dan karisma kita. Team sudah mulai mengerjakan ini. P. Tony Pates, direktur Kursus Nemi dan banyak tahun menjadi anggota AJSC di Steyl, memfasilitasi refleksi seminggu bersama Team AJSC tentang tema ini. Dalam BERITA AJSC berikut kami akan menyajikan apa yang dihasilkan team.

5. Kegiatan AJSC di Steyl

Tiga bulan Tersiat SSpS atau kursus pembaharuan tengah berlangsung di Steyl. Kursus ini berbahasa Inggris dengan peserta 25 Suster. Team kami menangani bagian spiritualitas dan karisma kita dan generasi pendiri, juga 8 hari retret terbimbing. Sejak tahun 2002 Tersiat SspS tidak lagi berlangsung di Nemi. Sebagian rumah induk SSpS ditata baru untuk program tersiat. Seperti biasa tersiat SVD dimulai di Steyl selama dua minggu sebelum berpindah menuju Oies dan Nemi.  Dua tersiat ini berlangsung bersamaan di Steyl memungkinkan mereka untuk lebih mengenal satu sama lain.

Tahun ini tersiat SVD akan menggunakan bagian rumah induk SVD yang ditata baru. Bagi mereka yang mengenal rumah induk Steyl, bagian sayap selatan telah ditata baru. Selama banyak tahun bagian ini dipakai oleh kelompok yang bernama ‘Voorde’ dan kelompok SVD tinggal di bagian sayap utara, the ‘Bildungstätte’. Ada rencana untuk menata baru bagian utara ini agar para sama saudara yang tua dan sakit berpindah dari bangunan St. Gregor dan menghuni bagian ini.

Komunitas kita bersungguh-sungguh membangun Steyl sebagai sebuah tempat ziarah dan menjadi sentrum misionaris yang menjengkau Gereja Belanda dan Gereja Jerman dan orang-orang beragama lain serta para pencari iman. Ketiga kongregasi tengah merampungkan satu rencana keseluruhan. Jelas hal ini menuntut investasi menyangkut keuangan dan terlebih tenaga. Steyl membutuhkan tenaga SVD dan SSpS dari provinsi-provinsi lain. Hal ini sungguh merupakan satu tantangan misioner yang bermanfaat, di mana kami mengajak anda untuk turut memikirkannya.

Tersiat SVD berbahasa Jerman telah berlangsung hampir 2 minggu di Steyl (1-11 Juni). Ada 20 peserta. P. Rudy Pöhl and P. Lothar Janek memimpin tersiat ini sambil dibantu oleh P. Peter McHugh. Baik Pater Rudy maupun P. Lothar adalah mantan anggota STS (Spirituality Team Steyl). P. Rudy masih terlibat penuh untuk animasi rohani di Jerman Selatan.

6. Kegiatan lain AJSC

Demi menyiapkan diri lebih baik untuk tugas mereka di AJSC, P. Mike dan P. Simon mengikuti kursus dalam bidang spiritualitas – P. Mike ke Guatemala dan P. Simon ke St. Beuno’s di Wales, UK.  Sr. Emmie dan Sr. Matilde mengikuti kursus bahasa Jerman di Jerman; mungkin kurang menarik tetapi perlu untuk bisa hidup di Steyl.

Dengan bantuan dewan general SSpSAP, P. Peter menyelenggarakan lokakarya internasional dua minggu untuk para formator dan pembesar SSpSAP di Baguio, Philipina. Selama di Philipina P. Peter juga membimbing retret dan seminar di tiga rumah biara SSpSAP, juga ceramah dan rekoleksi untuk SVD dan SSpS. Sr. Mary Evelyn, yang selalu aktif dalam animasi rohani, mengkoordinir sebuah pertemuan P. Peter dengan anggota SAT di wililayah Manila-Tagaytay.

Sungguh sial! Karena operasi lutut, P. Peter menunda rencana ke Polandia sampai tahun depan. Mungkin menggiurkan kalau membayangkan bahwa kerusakan lutut itu karena P. Peter terlalu banyak berlutut waktu berdoa. Waoh … jangan pikir terlalu saleh. Alasan lutut peot biasa-biasa saja – terlalu banyak main bola kaki waktu masa muda. Maklum si Peter berasal dari kota Liverpool!

Selama tiga bulan pertama tahun ini Sr. Franziska sibuk menulis buku terbarunya ‘Jesus the Missionary, sebuah refleksi tentang Yesus sebagai misionaris dari Bapa dalam terang spiritualitas trinitarian kita. Buku ini dimaksudkan sebagai kertas kerja seminar SSpS Internasional bagi para formator, yang akan berlangsung di Steyl dari tanggal 11 September sampai 5 Oktober tahun ini. Selain itu ia juga menyelenggarakan tiga retret kontemplatip di Jerman dan Austria, dan satu retret konferensi di Jerman.

 7. Menjalin kontak

Kami terus memuat artikel pada folder AJSC yang terbuka untuk umum pada website Generalate. Anda dapat membaca dan mengambil bahan-bahan tersebut. Alamat website:  http://www.svdcuria.org  Klik pada Site Map / Mapa del sitio, lalu klik AJSC – CEAJ.

Bila anda memiliki bahan yang dapat bermanfaat bagi karya animasi rohani, silakan mengirimnya kepada kami dan kami akan menempatkannya pada website di atas, sehingga banyak orang lain dapat membaca dan memanfaatkannya. Silakan mengirimkan kami bahan tersebut dan semua program yang anda laksanakan di tempat anda. Gunakanlah alamat berikut: ajscinfo@steyler.nl

BERITTA AJSC  dikirim dalam lima bahasa: Inggris, Jerman, Spanyol, Portugis dan Indonesia. Kabarkan kepada kami bila anda ingin mendapatkannya dalam bahasa lain selain yang anda peroleh sekarang. Gunakan alamat berikut: ajscinfo@steyler.nl

Kami mengharapkan berita dari anda.

  Selamat berhasil dalam karya anda

  Emmie,  Franziska,  Matilde,  Michael,  Peter and  Simon.

8. Lampiran 1 - (Pentingnya Animasi Rohani).

I.  Pentingnya animasi rohani

Ketika P. General menanyakan saya untuk memberikan ceramah, saya berada di Cebu. Maka saya tanyakan Ding Fabiosa mantan provinsial (PHS, 1999-2005), apa yang harus saya katakan kepada para provinsial. Ia langsung menjawab: “Katakan kepada para provinsial bahwa animasi rohani adalah tugas pertama dan terpenting dari para provinsial”.

Ding bukanlah satu-satunya provinsial yang berpikiran seperti itu. Dalam kilas balik refleksinya tahun 1899, Arnold Janssen menyatakan; “Saya selalu merasa tugas saya yang pertama ialah memelihara pertumbuhan rohani, yang merupakan jiwa dari rumah misi. Sebuah kongregasi hanya bisa berhasil kalau ia dianugerahi roh yang baik”. Kepada Yosef Freinademetz ia menulis (12.6.85): “Selalu terus dan sering memberi retret dan rekoleksi. Saya memberi retret dan rekoleksi sesering mungkin sejauh saya bisa agar membentuk imam, frater dan bruder… Tugas sangat penting dari seorang pembesar ialah pembentukan yang baik bagi sama saudaranya“. Dan kepada P. Limbrock di Papua Nugini (22.9.03): “Perhatikanlah bahwa tugasmu yang pertama dan terpenting ialah memajukan semangat hidup yang baik”.

Apa itu ‘animasi Rohani’? Istilah ini sendiri mau menunjukkan bahwa animasi lebih pada level spiritual. Ini bisa saja, asalkan kita menerima istilah ‘hidup rohani’ dalam arti sepenuhnya yakni hidup dalam Roh. Memang orang dapat mengartikan spiritualitas secara sederhana, yakni keterbukaan seseorang terhadap karya Roh Kudus, yang yang mengemban tugas untuk mewujutkan mimpi Allah, ‘membiarkan Roh Allah menjadi Rohku’. Mimpi Allah adalah kepenuhan hidup bagi tiap orang dan bagi semua manusia sebagai satu keluarga, satu sharing dalam hidup Allah sendiri. Animasi rohani bertujuan memajukan pertumbuhan ini menuju kepenuhan hidup yang dijanjikan Yesus (Yoh 10:10).

Kepenuhan hidup adalah pertumbuhan dalam tiga relasi utama yang menjadikan saya sebagai pribadi:
- terhadap diri sendiri
- terhadap orang lain (+ seluruh ciptaan) dalam mengikuti Yesus sebagai seorang SVD dalam sebuah komunitas religius misioner.
- terhadap Allah

Konstitusi melukiskan seluruh proses hidup ini sebagai “pertumbuhan untuk hidup komunitas misioner dengan Sabda Allah”. Konstitusi juga menunjukkan bahwa tanggung jawab provinsial mencakup semua dalam provinsi, baik mereka yang berada dalam formasi awal maupun mereka yang sudah berkaul kekal.

II.  Tiga tugas utama Pembesar sebagai Animator.

1.  Membantu dan mengembangkan pertumbuhan tiap pribadi sama saudara dalam pengabdian tugas misionernya.

Pertumbuhan seorang sebagai pribadi tergantung pada rasa harga dirinya. Maka bantuan paling utama yang dapat diberikan kepada yang lain adalah  menolong dia untuk mencapai keyakinan: “Saya dicintai, karena itu saya memang layak mendapatkan cinta”. Ungkapan ini bukanlah hanya satu gagasan hampa, sebab semakin dalam hal ini menyentuh hati orang, semakin membentuk pribadi bersangkutan. Pembentukan yang paling mendasar berakar dalam pertumbuhan kesadaran akan dikasihi oleh sang Kasih itu sendiri: “Saya dikasihi oleh Allah dan karena itu di mata Allah saya memang layak dikasihi (saya berharga)”. Dari sinilah mengalirlah kerinduan untuk menjawabi kasih Allah. Dengan cara apa? Dengan mengasihi orang lain yang dilihat sebagai ‘sama dikasihi oleh Allah’ dan karena itu layak dikasihi dengan martabat yang diberikan Allah. Hal ini mengantar seorang kepada pembaktian hidupnya mengikuti Kristus demi melayani orang lain sebagai seorang SVD

Dasarnya adalah pengalaman akan Allah. Ada yang tidak menyukai istilah ini karena istilah ini mengarah kepada satu pengalaman mistik akan Allah. Tapi saya menggunakannya dalam arti ‘kesadaran seseorang’ bahwa dirinya dikasihi Allah. Kesadaran itu begitu meyakinkan, sehingga membentuk orang itu secara pribadi dan menuntunnya, dan terlebih menopang pengabdian misionernya sebagai murid Kristus. Inilah sumber kegembiraan, kegairahan dan daya kreativitas seorang misionaris. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba melainkan sahabat; dan sesudah Kebangkitan, ‘saudara-saudara’ (Yoh 15:15 + 20:17). Untuk kita adalah spiritualitas misioner karena pengalaman akan Allah menuntun saya untuk bermisi; dan di dalam bermisi, di dalam orang-orang yang saya layani dan hidup bersama, pengalaman saya akan kasih Allah menjadi semakin dalam.

Pengalaman akan kasih Allah tidak sekali jadi, tetapi merupakan satu kesadaran yang terus menerus membentuk segala aspek hidup saya. Sifat dasar pengalaman akan Allah yang terus menerus inilah yang menjadi point utama dalam animasi rohani. Pertumbuhan seorang terjadi melalui kesadaran yang semakin terang dan semakin membaktikan diri secara total. Pengalaman akan Allah mengantar orang kepada mencintai. Animasi rohani adalah hal saling membantu dan berlangsung seumur hidup.

2.  Memajukan dan memperkaya hidup komunitas

Focus animasi rohani adalah ‘pribadi’, karena komunitas/ provinsi terdiri dari pribadi-pribadi. Walaupun panggilan Kristus adalah pribadi dan jawabannya juga sangat pribadi, namun kita tidak menjawabinya sebagai perorangan melainkan di dalam komunitas, yang adalah persekutuan pribadi-pribadi. Dua kutup ini merupakan sumber tetap untuk saling memperkaya. Dengan kata lain hidup komunitas diperkaya menurut pengayaan dari para anggota dan sebaliknya. Tidak hanya tiap pribadi melainkan juga komunitas dan provinsi disentuh secara unik oleh satu pengalaman akan Allah. Animasi rohani bertujuan membantu secara perorangan dan komunitas untuk membuka diri dalam kontemplasi doa akan pengalaman ini, sehingga pengalaman ini memberi daya untuk pengabdian dan kreativitas yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan sudara-saudari kita dewasa ini. Untuk melaksanakan ini secara otentik kita perlu mendengarkan dengan hati yang memilah-milah realitas dunia kita agar mampu mendengarkan Sabda Allah dan rintihan Roh di dalamnya.

Handbook for Superiors menekankan beberapa aspek mengenai komunitas misioner

1)  Hidup komunitas adalah hal mendasar dari cara hidup kita; Tiap pribadi harus menjadi anggota komunitas rumah atau distrik. Namun bentuk hidup komunitas itu tidak monastik melainkan berorientasi misioner.

2)  Komunitas Pendoa.

  1. Ekaristi, pusat hidup komunitas kita, harus selalu mengantar kita mendalami hidup komunitas itu sendiri. Lima jendela berwarnah indah yang ditempatkan di gereja Steyl oleh Bapa Arnold selalu mengingatkan komunitas akan minat terhadap dunia luas.

  2. Sharing Kitab Suci sangat dianjurkan.

  3. Doa bersama. Ini juga menyatukan anggota dan dapat menjadi insspirasi untuk bermisi.

3)  Komunitas internasional (antar budaya) yang terbuka dan menerima yang lain dengan semangat membuka diri dalam dialog.

3.  Menganimasi misi kita.

Bentuk hidup komunitas adalah untuk bermisi. Pertumbuhan kualitas komitmen misi kita perlu bergantung pada kualitas hidup tiap pribadi dan komunitas. Hal terakhir ini mengungkapkan mengapa tiga sikap dasar misioner yang ditekankan oleh kapitel menjadi dasar sikap kita terhadap satu sama lain dan terhadap rekan dialog kita dalam bermisi. “Dialog adalah satu sikap solidaritas, penuh hormat dan kasih” (#53). Tiga hal ini bukanlah kebajikan yang hanya dipilih-pilih, melainkan menghubungkan hidup kita dengan Sabda yang menjelma, di mana kita dipanggil untuk menirunya. Karena kasih, Allah menjadikan persoalah kita menjadi persoalannya, dengan menjadi sama seperti kita, penuh penghargaan terhadap situasi kemanusiaan kita.

Ketiga sikap ini merangkum spiritualitas hidup kita; membentuk kita dalam keserupaan dengan Kristus. Kapitel mengungkapkan empat pertobatan dalam terang catur dialog profetis. Namun jelas juga bahwa ada hanya satu sikap dasar dari solidaritas, rasa hormat dan cinta. Kita membawa tiga hal ini dalam bermisi. Bila kita mendekati orang-orang dengan sikap-sikap ini, kita akan terinspirasi oleh mereka yang kita layani.

Ini bukanlah semata satu gagasan saleh melainkan harus diwujutkan dalam hidup. Belajar bahasa misalnya, bukan hanya satu lompatan yang perlu diatasi sebelum melaksanakan tugas sesungguhnya, melainkan sudah merupakan satu bentuk pelayanan dan penghayatan spiritualitas kita. Dengan kata lain, belajar bahasa bisa menjadi tempat istimewa pewahyuan diri Allah kepada kita.

Maka pembesar harus melayani pribadi-pribadi yang bertumbuh dan didukung di dalam satu komunitas misioner.

Handbook bagian D1, 2.0 memuat 3 tujuan peran pembesar sebagai animator. Bagaimana kita membuatnya sedikit lebih kongkrit?

III.  Apa yang bisa dibuat oleh Provinsial untuk Animasi Misi?

1.  menyangkut pribadi

  1. Memimpin dengan teladan, dalam arti secara sadar berusaha menjadikan tiga sikap misioner sebagai nilai milik diri sendiri dan menghidupinya.

    • Solidaritas:  jangan menganggap diri sebagai bos terhadap bawahan melainkan sebagai saudara di antara sama saudara.

    • Rasa hormat: para anggota provinsi adalah orang dewasa, dipanggil seperti anda untuk misi Kristus di provinsi anda. Libatkanlah mereka sejauh mungkin; berusaha mengerti latar belakang mereka.

    • Kasih: ‘Membantu anggota menemukan potensi mereka’ tetap tinggal menjadi ungkapan klise, kalau tidak diwujutkan dalam kasih secara pribadi. Kasih bertumbuh sejalan dengan usaha anda mengenal sama saudara secara pribadi.

  2. Jadilah seorang pribadi yang reflektif. Menjadi semakin sadar adalah kunci untuk pertumbuhan pribadi. Ambillah waktu untuk refleksi pribadi. Berusaha untuk menumbuhkan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan anda dan bagaimana hal ini mempengaruhi anda tiap hari. Ingatlah bahwa anda memimpin setiap waktu, sering dalam hal kecil, tanpa sengaja memperlakukan orang lain yang anda jumpai dengan cara tertentu.

  3. Pemberdayaan diri.  Kalau pembesar harus menolong para anggota untuk bertanggung jawab atas hidup mereka, maka hal ini juga berlaku untuk pembesar itu sendiri. Ia harus melihat tugasnya sebagai satu undangan dari Allah untuk satu bentuk khusus pelayanannya. Bisa disebut sebagai satu spiritualitas menjadi seorang provinsial. Dengan kata lain pertumbuhan anda sebagai seorang pribadi dalam Kristus akan ditemukan dalam hidup anda sebagai seorang pembesar. Di situlah anda akan menjumpai Kristus. Maka kembangkanlah sikap positip terhadap pelayananmu dan ini akan memberi hidup dan memperkaya hidup pribadi anda.

Konstitusi mengingatkan para pembesar bahwa walaupun ia harus melibatkan orang  lain, namun tanggung jawab terakhir terletak di pundaknya. (c.218+607). Selanjutnya rasa hormat terhadap tiap pribadi, seperti yang ditekankan di atas, tidak berarti bahwa ia dapat menerima sikap turut suka setiap anggota. Kapitel mengingatkan kita bahwa adalah satu kelalaian yang serius kalau seorang pembesar tidak berani menantang sama saudara: “kegagalan dalan hidup komunitas dan anggota yang bermasalah harus ditantang dengan kasih persaudaran dan keiklasan untuk membangun komunitas yang matang rohani jasmani” (1994 p.18). Hal ini menuntut satu harga diri yang sehat dan sikap reflektip sehingga pembesar dapat mengenal emosinya dan dapat menilai motivasinya dengan lebih baik.

2.  Membedayakan struktur yang ada.

(1)    Mempersiapkan dengan saksama dan melibatkan sama saudara untuk kapitel, musyawarah, perumusan pernyataan misi, dll.

(2)    Visitasi provinsial (lihat Handbook D20, 2.0). Pembicaraan pribadi (Ratio) termuat dalam B5.

(3)    Menggalang pengaruh sejauh mungkin kegiatan-kegiatan tertentu. Seperti “Tahun membaca Kitab Suci”.

(4)    “Mengkoordinir dan menyiapkan dengan saksama retret, hari-hari rekoleksi, sharing Kitab Suci, dll” (B4)

(5)    Memanfaatkan sumber daya provinsi. Di dalam banyak provinsi AJSC telah membentuk SATs (Spiritual Animation Teams) untuk membantu animasi rohani. Angkatlah sama saudara yang sesuai, misalnya,  sama saudara yang mempunyai minat dan diterima oleh sama saudara lain. Dukunglah mereka. Kami menganjurkan supaya provinsial dan dewan mengadakan pertemuan bersama anggota SAT dan merencanakan cara-cara yang mungkin untuk animasi misi tahun mendatang. Libatkan juga para pejabat lain dalam provinsi (formator, koordinator, dll) yang adalah juga animator. Undanglah AJSC untuk menawarkan program dalam kerja sama dengan anggota SAT.

(6)    Mengembangkan dan melaksanakan satu program yang baik untuk pembentukan berlanjut. Tetapi tidak hanya sebatas penawaran kursus-kursus. Membantu pertumbuhan dengan merangsang semua aspek hidup religius misioner kita, meningkatkan persaudaraan, liturgi dan rekreasi.

Lampiran 1.

ANIMASI ROHANI

Pertemuan bersama Dewan General SVD dan Team inti AJSC

Steyl,  27-30 Desember 2002

A.  Unsur-unsur hakiki spiritualitas misioner hidup religius kita dipahami sebagai sharing dalam misi Allah Tritunggal dalam dunia dewasa ini.

B.  Kita mengartikan Animasi Rohani sebagai bantuan dalam terang Sabda dan Kesetiaan kepada Roh:

C.   Tantangan dewasa ini dalam Animasi rohani:

D.  Tujuan umum kami dalam Animasi Rohani dalam tiga tahun mendatang:

Kami ingin menekankan animasi rohani sebagai satu prioritas dan tanggung jawab utama dari provinsial dan pembesar setempat. Hal ini menutut perencanaan kongkrit, koordinasi dan tindak lanjut.

Kami mempunyai komitment: