BERITA AJSC

Berita #6

Steyl -  Desember   2006

SVD / SSpS / SSpSAP


   

Kami team AJSC Steyl mengucapkan

Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

 

Alamat email kami yang baru: ajscsteyl@gmail.com

Gunakanlah alamat ini untuk berkomunikasi dengan kami team   AJSC.

 

Isi berita kali ini:

1.      Seorang perintis telah pergi Sr. Clarette Ramierez, SSpS

2.      Sr. Matilde kembali berkarya di Brasil

3.      Jesus di lorong-lorong kota Berlin , oleh Matilde W.Sacardo SSpS

4.      Berita dari Propinsi

5.      Dukungan dari Kapitel General SVD

6.      Kegiatan AJSC June-Desember 2006

7.      Publikasi SSpS

8.      Menjalin kontak

 

1.  Seorang perintis telah meninggalkan kita -  Sr. Clarette Ramirez, SSpS   (1927-2006)

 

Dalam bulan Mei 2006 kami mendapat berita bahwa Sr. Clarette Ramierez meninggal dunia. Ia salah seorang anggota team perdana AJSC. Ia hanya 3 tahun di sini tetapi sumbangannya sangat berarti bagi perkembangan AJSC. Tony Pates, yang adalah juga seorang anggota team perdana AJSC, menulis:

"Clarette, seorang generasi pendiri AJSC, memberikan arah yang jelas bagi AJSC mengenai 'pendekatan proses, metodologi kontekstual dan refleksi pengalaman dalam animasi rohani. Karena kemampuannya yang luar biasa menyediakan modul-modul dalam pendekatan proses, maka P. Heekeren biasa memanggilnya dengan nama 'Suster Modulatrix' dan kami semua tertawa Saya membatinkan warisan Sr. Clarette dalam hidup saya untuk berani mengambil inisiatif secara kreatif, mengambil resiko dengan penuh kepercayaan, mengabdikan diriku dengan penuh semangat untuk setiap tugas biar kecil sekalipun dan untuk setiap bisikan Roh yang menantang. Saya merasa bersyukur sebab telah menemaninya dalam salah satu retret terbimbingnya yang terakhir, di mana ia dibimbing oleh Roh untuk mengalami kasih Allah Tritunggal yang merangkulnya sebagai kekasih dalam sakit dan penderitaanya".

 

Ketika kembali ke Philipina, ia melanjutkan karya animasi rohani sebagai seorang anggota SAT (Spiritual Animation Team) Propinsi SSpS Philipina Selatan, ia menekankan program untuk dan bersama kaum awam. Kendati kesehatan menurun, Sr. Clarette tetap penuh semangat dan kreatif menyiapkan program-program baru untuk animasi rohani. Anda bisa menemukan tulisannya dalam website Generalat SVD pada Folder AJSC, dengan judul:   "SSpS Women Disciples of Jesus, the Missionary, living a contemplative attitude of discernment". Semoga ia bersama Henry and Cypri Setyawan senantiasa menyemangati kita semua dalam tugas pelayanan yang sangat mereka cintai yakni animasi rohani.

 

2.  Sr. Matilde kambali berkarya di Brasil

 

Akhir bulan Juni lalu Sr. Matilde kembali ke Brasil. Matilde menjadi anggota team AJSC sejak Pebruari 2004. Ia terus bekerja sama dengan team Steyl untuk berbagai program dalam bahasa Portugis. Ia menolong Fransiska membimbing retret di Brasil bulan Agustus September lalu, dan atas permintaan Team Steyl ia akan menyenggarakan seminar dan retret untuk SSpS di Mosambik dalam bulan Januari 2007. Sebelum kembali ke Brasil ia sempat membuat retret pribadi di Berlin (model retret: 'retret di jalanan').   Sekali sehari ia bertemu dengan pembimbingnya untuk mensharingkan apa yang ia alami, sedangkan sebagai besar waktunya ia habiskan di jalanan dan lorong-lorong kota Berlin. Berikut ini kisah pengalamannya.

 

3.  Jesus di lorong-lorong kota Berlin                      

Matilde W. Sacardo SSpS

 

Tuhan, bantulah aku untuk mengenal, mencintai dan melayanimu. Demikian aku memulai 'retret jalanan'ku di kota Berlin Aku memang cemas karena bahasa dan tempat asing bagiku. Aku keluar rumah tanpa satu tujuan dan arah yang jelas. Tuhan, di manakah Engkau? Di suatu tempat umum terdapat perkumpulan orang tua. Aku duduk di samping seorang pria dan memulai percapakan. Pria itu menjadi tidak sabar dan berseru; " Ada apa?" tetapi kemudian setelah ia sedikit berceritera tentang dirinya, ia berkata kepadaku; "Anda sungguh murah hati, terimakasih". Aku kemudian berbicara dengan seorang perempuan dan beberapa orang lain lagi.    

 

Gereja-gereja yang aku temukan semuanya terkunci, karena itu aku bertanya apakah ada gereja yang terbuka. Aku diantar ke gereja Evangelis St. Thomas. Aku merasa betah di dalam gereja, tempat untuk hening dalam doa. Dalam keheningan batin kudengarkan tiga kata bisikan Roh Kudus: 1. Memberi, 2. Saya mengubah' 3. Merayakan. Aku lalu mengalami kedamaian batin dan merasa diterima.  

 

Dalam doa hari berikutntya aku mencari "nama Allah" bagiku dan siapakah Allah bagiku. Hari itu hujan, aku menghabiskan sebagian besar waktu dalam gereja. Aku berdoa: " Roh Kudus, wahyukanlah nama Allah, siapakah Dia bagiku". Aku hanyut dalam keheningan. Sungguh suatu kejutan! Pada hari pertama aku pergi mencari orang-orang, sekarang pada hari kedua merekalah yang datang kepadaku. Pemain orgel yang berada di serambi Gereja turun menemui aku dan berkata; "Hanya anda sendiri yang mendengarkan musik orgel yang saya mainkan". Saya katakan kepadanya: "Sangat bagus, terimakasih. Saya sungguh menikmatinya". Pria ini mewahyukan nama Allah bagiku " Bapa yang berbelaskasih", Allah yang sudi turun menemui umatnya. Aku terkenang akan teks Keluaran bab 3. Aku membaca teks tersebut dan bergema dalam hatiku: "Aku besertamu". Sudah lama aku mengalami Allah sebagai Bapa, tetapi saat ini Ia mempunyai sebua nama. Kemudian datang lagi seorang kepadaku: Smily datang kepadaku, bercakap sejenak denganku lalu mengundang aku untuk minum kopi. Allah yang berbelaskasih dalam diri kedua orang ini telah mengunjungi aku.  

 

Demikian aku terus mencari dalam semak yang bernyala di manakah Allah. Tiap hari aku mengalami bahwa Allah menempa aku untuk menjadi lebih terbuka, lebih miskin dan lebih penyayang sering basah kuyup tetapi aku merasa rintik dan derai hujan mencuci diriku, membersihkan lumpur dalam hatiku. Aku mengunjungi kamp konsentrasi Sachsenhausen. Memasuki kamp ini aku membuka sepatuku sebab aku memasuki tanah suci. Keheningan orang-orang yang dulu berada di sini sungguh terasa. Begitu banyak orang dibunuh di sini.  

 

Bapa yang berbelaskasih, betapa banyak kamp kosentrasi masih ada hingga saat ini kamp pengunsi di Sudan, di Uganda orang meninggal tiap hari karena lapar, mereka yang tidak mampu untuk pengobatan yang layak realitas ketidakadilan. Aku merasa tertantang dengan kehidupanku yang nyaman siapakah aku sehingga aku tidak berbuat apa-apa untuk penderitaan begitu banyak orang? Yesus tujukkanlah aku jalan menuju kasih kemanusiaan, menuju solidaritas.

 

Sebuah pengalaman istimewa ketika berada bersama para pencandu narkoba dekat stasiun kereta api Kottbussertor. Di sini "aku mengenakan sepatu", sepatu belaskasih dan perhatian dan memohon kepada Yesus agar Ia memberikan aku mataNya, hatiNya, kekuatanNya untuk tinggal dalam situasi ini. Mereka minum miras dan secara lihai mengedarkan narkotik antara mereka. Beberapa saat kemudian aku menyadari bahwa mereka sudah tidak memperhatikan satu sama lain. Beberapa dari mereka sudah mabuk dan tak sadarkan diri. Anak muda, orang dewasa, pria dan wanita. Aku satu-satunya orang asing dalam kelompok ini. Aku berpindah tempat beberapa kali agar tidak menarik perhatian mereka. Aku tidak berani berbicara dengan seeorangpun. Mereka juga tidak dalam kondisi untuk biasa berbicara. Seorang polisi datang bersama anjing pelacak dan kelompok ini segera membubarkan diri. Aku kembali ke gereja dan berdoa untuk realita yang sulit ini. Sekali lagi aku merasa tak berdaya, menyadari betapa aku sendiri sering melekat pada struktur, yang membuat aku buta dan tuli terhadap kehidupan orang lain. Aku yakin, aku malah lebih terbelenggu daripada mereka. Pikiran yang sama menyentuh aku ketika aku mengunjungi balai penahanan para pendatang gelap.

 

Sebelum memulai 'retret jalanan'ku, aku hanya mempunyai sebuah kerinduan, menjadi lebih dekat dengan orang lain untuk mendengar untuk menolong. Tapi tiap hari aku semakin menyadari betapa angkuhnya diriku, bagaimana aku meninggikan diriku, betapa aku menganggap dirikulah yang mampu memberi kepada orang lain - maka aku seharusnya menundukkan kepala dengan perasaan malu. Akulah yang sungguh membutuhkan pertobatan dan bantuan. Bapa yang berbelaskasih membuka kekerasan kepalaku yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Inilah saat-saat aku merasa luluh seperti cacing. Hanya rahmat Allah yang penuh kasih yang hadir dalam diri orang-orang yang menderita mampu mengubah aku.

 

Pernah ketika berada dalam gereja aku mendengar tangisan seorang bayi . Aku menemui seorang ibu dengan bayinya berumur 2 bulan. Ibu itu berusaha menenangkan bayinya tetapi bayinya terus saja menangis. Aku bertanya kepadanya: apakah bayi sakit? Ibu itu menjawab; "Sayalah yang sakit, dan penyakit saya telah menjangkiti bayiku". Aku duduk bersamanya dan ia mulai menceritakan latarbelakang hidupnya yang penuh dengan penderitaan. Karena bayi terus menangis, ibu itu hendak beranjak dari tempat itu. Aku menawarkan bantuan dan ibu itu setuju. Kuantar dia mendapatkan bahan makanan yang disajikan di beranda gereja untuk orang miskin. Ibu itu berkata: "maukah anda minum kopi bersamaku?" Kami pergi ke rumahnya dan ia melanjutkan ceritera tentang hidupnya. Ia menanyakan siapakah diriku dan apa pekerjaanku di Berlin. Bayi itu cantik dan montok dan ia senang berada di pangkuanku. Kemudian aku bertanya kepada ibu itu, apakah kami bisa berdoa bersama. Aku mengalami penjelamaan Sabda Allah di antara kami. Hatiku mulai berbunga-bunga. Ketika aku pamit, ia memberikan alamatnya dan mengharapkan aku kelak menulis surat untuknya. Aku terlambat kembali ke rumah retret dan berusaha tetap bereada dalam keadaan hening, bersatu hati dengan Allah dan dengan ibu tersebut. Aku tidak dapat tidur lelap tetapi aku berpikir inilah rasanya bagaimana dikunjungi dan dirangkul Allah dalam semak bernyala (Kel 3:3). Allah kembali mengunjungi aku dan berkata: "Tanggalkanlah kasutmu di hadapan saat kudus doamu, keangkuhanmu dan kelekatanmu pada ketepatan waktu.

Aku merasa dekat dengan Yesus memasuki rumah-rumah membawa hidup bagi orang lain. Ya Yesus, bersamamu aku mau menundukkan kepala, menjadi saudari bagi semua orang dan untuk ini aku membutuhkan bantuanMu.

 

Ada begitu banyak orang menolong aku tiap orang, tiap semak bernyala, yang tidak menghanguskan. Sabda menjadi manusia dalam diriku melalui orang-orang dan penderitaannya.  

 

Bapa yang berbelaskasih, aku bersyukur kepadaMu atas kesempatan ini. Pentekosta baru telah terjadi dalam diriku. Sungguh, aku mengalami kebesaran Bapa yang belaskasihNya tanpa batas, yang sudi  turun dan menunduk untuk merangkul aku dengan cinta tanpa pamrih. Aku sadar, retret tidak pernah berakhir Apa yang kuhadapi terus menantang aku sekaligus membantu aku untuk menghidupi kemuridanku mengikuti Yesus dalam cara yang lebih miskin dan sederhana. Amen.            

 

4.  Berita dari Propinsi            

 

CEBU . Claret adalah seorang penggerak sharing iman/Kitab Suci untuk SVD dan SSpS di wilayah Cebu. Ada tiga kelompok AJF, demikian nama mereka, yang bertemu secara berkala. Tanggal 29 Juli 2006 di gua Arnold Janssen, Cebu, P. Propinsial Kalueke merayakan misa pelantikan kelompok inti yang baru dan para utusan dari tiap kelompok. Mereka juga merayakan penerbitan perdana AJ Kabunay, bulletin bulanan AJF Cebu yang diedit oleh Br. Romy Abulad.              

 

JERMAN. Mengikuti jejak SSpS tahun 2004, kedua propinsi SVD Jerman akan bergabung menjadi satu propinsi dalam tahun 2007. Pater General memberitakan bahwa dewan general telah memilih St. Arnoldus menjadi pelindung propinsi yang baru ini. "Propinsi anda adalah propinsi pertama dan satu-satunya berpelindungkan St. Ardnoldus Janssen. Kita yakin bahwa ia akan membantu propinsi yang baru menemukan jalan menghadapi tantangan masa depan". Steyl termasuk dalam propinsi yang baru ini.

 

POLANDIA.  Dalam bulan Pebruari 2006, Emmie dan Peter menyelenggarakan seminar untuk melatih anggotaa SAT baru di wilayah Eropa Timur selama dua setengah pekan. Turut mengambil bagian dalam seminar ini SVD dan SSpS dari Polandia, Slovakia, Ukraina dan Rusia. Seminar ini hanya untuk mereka yang bisa berbahasa Inggris. Tanggal 3-11 November 2006 beberapa peserta seminar ini menyelenggarakan seminar serupa dalam bahasa Polandia di rumah biara SSpSAP di Nyssa, dengan koordinatornya  Sr. Aleksandra Huf dan Sr. Weronica Maria Klebba. Peserta: 22: 6 SSpSAP, 6 SSpS dan 4 postulan (sekaligus membantu hal praktis), 3 SVD, dan 3 SVD lain yang memberikan masukan. Di akhir seminar, mereka yang berminat, malamar untuk bergabung dalam SAT ketiga serikat. Tugas pertama mereka adalah mengkoordinir pertemuan yang lebih luas untuk menghormati Muder Yosepha dalam tahun 2007.

 

Awal tahun 2006  Sr. Aleksandra ditunjuk menjadi koordinator purna waktu animasi rohani untuk Polandia dan Eropa Timur. Dalam bulan Juni ia menyelenggarkan sebuah seminar bagi para formator di Slovakia dengan topik: Dimensi Trinitaris dalam hidup bakti" (bersama Sr. Ester); dan juga sebuah seminar di Ukraina (bersama Sr. Doris) bagi para suster yang hendak membaharui kaul. Sr. Ester dan Sr. Doris adalah peserta dalam seminar bulan Januari. Ia juga membimbing retret untuk para suster di Ukraina.

 

U.S.A.   Bulan Maret 2006 Pater Tony Pernya menyetujui Konstitusi perhimpunan awam Serikat Sabda Allah untuk satu masa percobaan. Para anggota, pria dan perempuan, membaktikan diri mereka untuk bertemu secara berkala dalam musyawarah setempat, untuk berdoa bagi misi, untuk membantu serta mempromosikan panggilan dan kesadaran akan misi. P. Josef Galang seorang imam projo (mantan SVD) di St. Clara, California adalah pembimbing perhimpunan ini. Emailnya: jpgjoepip@yahoo.com

 

5.  Dukungan dari Kapitel General SVD XVI

 

Tidak seperti dua kapitel sebelumnya, laporan mengenai AJSC tidak dibuat tersendiri, melainkan dirangkum dalam keseluruhan laporan Generalat. Pater general dalam laporannya antara lain mengatakan:

Saya yakin kegiatan AJSC telah membantu menyegarkan beberapa keyakinan dasar kita misalnya, animasi rohani adalah tantangan yang terus menerus untuk serikat kita;  bahwa spiritualitas keluarga Arnoldus perlu menjadi spiritualitas misioner;  bahwa spiritualitas misioner sejati dapat dikembangkan dengan menimba unsur utama warisan pendiri dan generasi pendiri;  bahwa animasi rohani adalah salah satu tugas pokok pimpinan dalam serikat".

 

"Jelas bahwa kita membutuhkan pembaharuan rohani yang terus menerus. Dengan pembaharuan rohani, saya maksudkan secara khusus: usaha untuk mencapai keseimbangan yang lebih besar antara dua aspek dari satu panggilan yang sama, yakni aspek hidup religious dan aspek hidup misioner. Sebagai religius misionaris kita selalu berhadapan dengan resiko memisahkan kedua hal ini dalam panggilan kita menghidupi hidup religius kita tanpa menghiraukan misi kita dan melaksanakan misi kita tanpa menghiraukan komitmen hidup religius kita.  

 

Mengutip dokumen Kapitel general: "Kami mendukung karya AJSC dan menganjurkan supaya bersama SSpS dan SSpSAP lebih mengupayakan satu spiritualitas kontemporer yang menyoroti aspek misioner dan kontemplatip hidup kita" (#32)  

 

Sebuah resolusi kapitel general: "Dalam jangka waktu tiga tahun, generalat dengan bantuan AJSC dan dengan masukan dari provinsi-propinsi, menerbitkan versi baru doa-doa serikat (Doa-Suku-Jam), devosi dan perayaan liturgis" untuk kebutuhan komunitas, paroki dan sekolah kita dan komunitas kerasulan lainnya". Sudah pasti anda akan dihubungi untuk menyelesaikan proyek ini.

 

LAPORAN AJSC. Selain tercantum dalam laporan generalat, kami team merasa bahwa tiap propinsial dan regional sudah mendapat laporan tertulis tentang AJSC sejak kapitel tahun 2000. Laporan tersebut yang diberikan kepada tiap propinsial dan Regional dimuat dalam Berita AJSC ini dan dalam Folder AJSC pada website Generalat SVD, bahasa Inggris dan Spanyol.

 

6.  Kegiatan AJSC:   Juni-Desember 2006

 

Franziska terus membimbing retret kontemplatip: lima tempat di Eropa; juga menyelenggarakan seminar dan memberi retret di Brazil. Ia jatuh sakit di Brasil dan membatalkan retret untuk SVD di Ecuador. Sebagai persiapan untuk pemilihan pimpinan propinsi SSpS Jerman, ia juga menyelenggarakan seminar singkat tentang disermen. Ia juga membantu penyelenggaraan tertiat SSpS kelompok berbahasa Jerman. Mike dan Simon menolong tersiat ini dalam liturgy.

 

Mike dan Simon menyelenggarakan 2 minggu program untuk tertiat SVD di Steyl. Peter, Emmie dan Simon membantu membimbing retret untuk kelompok tertiat ini di Nemi dalam bulan Oktober, sekali gus membimbing retret untuk kelompok   Kursus Kitab Suci Dei Verbum

 

Selama Kapitel general 4 Juni 9 Juli, Mike menjadi moderator dan Peter menjadi seorang anggota komisi persiapan kedua dan melayani urusan umum selama kapitel.  

 

Emmie setelah kembali dari liburannya di India, bersama Peter membimbing retret 30 hari untuk peserta kursus Formator SSpS Internasional di Philipina. Kami berusaha menjadikan alur retret sejalan dengan spiritualitas misioner kita.

 

SSpS Slovakia merakan 75 tahun keberadaanya dan meminta team AJSC menyelenggarakan seminar tentang Misi, Kaul-kaul dan kepemimpinan untuk SSpS dan SVD di Slovakia. Peter, emmie dan Simon memberikan seminar ini dan membimbing retret untuk Suster-Suster SSpS bertempat di Nitra dalam bahasa Inggris dan German.  

 

Mike tinggal cukup lama di Philipina memberikan retret untuk SVD: empat gelombang. Ia juga memberikan masukan untuk pertemuan tahunan koordinator animasi rohani SVD-SSpS yang berbahasa Jerman-Belanda di Munich.

 

7.  Penerbitan  SSPS 

Sebagai persiapan beatifikasi Muder Yosepha, generalat SSpS mengedarkan refleksi singkat mengenai pentingnya Muder Yosepha untuk kita dewasa ini. Nomor terbaru No. 6: Kami sehati sejiwa", percakapan antara Muder Yosepha dan Muder Maria Helena.  

Generalat SSpS telah mengirim banyak publikasi tentang Beata Maria Helena, Muder Yosepha, dan masa awal di Steyl. Seandainya ada anggota SVD yang membuthkannya untuk perpustakaan komunitas, silakan membuka daftar lampiran dalam Berita AJSC ini.

Silakan menguhubngi Propinsial, Regional atau Generalat SSpS.

 

8.  menjalin kontak

 

Kami senantiasa menaruh artikel pada Folder AJSC  yang tertera pada website generalat SVD: http://www.svdcuria.org Klik Site Map/Mapa del sitio, lalu klik AJSC-CEAJ. Anda dapat membaca dan memperganda bahan yang ada.  

Jika anda memiliki bahan (artikel atau modul program) yang dapat beguna untuk karya animasi rohani, silakan mengirimnya kepada kami agar kami mencantumkannya dalam Folder  AJSC agar orang lain dapat menggunakannya. Silakan mengirimkan kami bahan tersebut dan juga berita tentang program yang anda jalankan di propinsi anda melalui alamat kami: ajscsteyler@gmail.com

Kami sungguh mengharapkan berita dari anda.

Semoga sukses dalam karya pelayanan anda.

 Franziska Carolina,  Matilde,  Emmie, Simon, Peter dan  Mike.

(Berita AJSC diterbitkan dalam lima bahasa: Inggris, German, Spanyol, portugis dan Indonesia)