Divine Word Missionaries

Peace and Justice Issues


Contents

Water for Life

El Agua para la Vida

Aqua per la Vita

Wasser als Lebensgut

L'eau pour la Vie

▪ Air bagi Kehidupan

Ilma għall-Ħajja

Water voor het Leven

Woda dla Życia!

Água para Vida!

생명의물

生命之水

น้ำ เพื่อ ชีวิต

Voda pre Život

 

Download booklets


Back to

Peace & Justice

Members' Area

Site Map

Home


AIR BAGI KEHIDUPAN

MEMBELA
“SAUDARI AIR”

iat Biarawan/-Wati
Mengucapkan Penghormatan
Dan Kepedulian Terhadap
Karunia Agung: Air

Dikerjakan oleh
Kelompok Kerja Ekologi
dari Para Promotor JPIC
Roma, Italia – Juni 2003

Komentarmu, pertanian
dan pikiran sangat menggembirakan,
atau kalau anda mau informasi
silakan berhubungan dengan kami di:
jpicclimatechange@yahoo.co.uk
Web page: www.ofm-jpic.org/aqua

 

Terpujilah Dikau Tuhanku, untuk Saudari Air, yang begitu bermanfaat, sederhana, agung dan jernih.1

(Kidung Segala Makhluk, Sto Fransiskus Asisi.)

DAFTAR ISI

  1. Pengantar

Melihat:

  1. Sekelumit Fakta Tentang Air

  2. Privatisasi air –“Topik Penting”: Air dan Multinasional

  3. Pertanyaan Untuk Bagian : ”Melihat“

Menilai:

  1. Air Dalam Kitab Suci

  2. Refleksi Teologis

  3. Dokumen-Dokumen Gereja Tentang Ekologi

  4. Beberapa Tantangan Etis dan Potongan Teks Tahta Suci Untuk Kyoto, 2003

  5. Pertanyaan Untuk Bagian “Menilai”

Bertindak

  1. Mengapa Kaum Biarawan/-Wati Seharusnya Peduli dan Terlibat Dalam Isu-Isu Lingkungan?

  2. Melindungi dan Menjaga Air

  3. Pertanyaan Untuk Bagian “Bertindak”

  4. Untuk Refleksi dan Doa

  5. Sumber-Sumber dan Bahan Refleksi

PENGANTAR

Air sangat hakiki dalam mempertahankan kelangsungan bumi dan penduduknya.

Sidang Umum Dewan PBB menyatakan tahun 2003 sebagai Tahun Air Segar, sebuah upaya untuk menarik perhatian dunia kepada krisis seputar sumber daya yang paling berharga, yakni air.

Apa sebenarnya krisis air? Sebagian orang mungkin mengatakan bahwa krisis air menyangkut kekurangan air dan penduduk yang semakin bertambah. Sebagian lain mungkin berbicara tentang pembagian, pemborosan dan kurangnya penghormatan terhadap air di tengah masyarakat yang materialistis dan konsumeristis. Yang lain akan mengatakan bahwa krisis air berkenaan dengan privatisasi pelayanan pasokan air dan kepemilikan atasnya – di mana 95% dari kegiatan-kegiatan pelayanan air ini masih dikendalikan oleh sektor publik.

Setiap warga memiliki hak asasi atas air sebagaimana halnya hak atas kesehatan dan pendidikan.

Akses ke barangbarang kebutuhan asasi semacam itu bukan soal pilihan, melainkan soal hak asasi.

Namun, pengakuan secara formal oleh komunitas internasional atas hak ini masih harus diperjuangkan, meski telah ada diskusi dan negosiasi panjang lebar dalam tiga kali Forum Dunia Tentan Air, masing-masing pada tahun 1996, 2000 dan 2003, dalam sebuah konferensi internasional tentang air segar pada tahun 2001 dan dalam diskusi-diskusi di PBB sendiri. Dalam Forum Dunia Tentang Air di Kyoto, Maret 2003, atau juga dalam pertemuan G8 di Evian (1-3 Juni 2003) – tujuh dari pemimpin negara-negara G8 mewakili bangsa-bangsa Kristen – tidak tercapai kata sepakat dalam rancangan aksi mereka untuk air. Justru di Kyoto Vatikan mengulangi dan memaparkan secara panjang lebar dukungannya bagi hak atas air. Ringkasan dari paper Vatikan akan kami sajikan kemudian dalam buklet ini.

Manusia tidak memiliki alternatif terhap air, meskipun harga air semakin mengancam akses mereka kepada air. Karena itu, penyediaan barang-barang pokok seperti ini tidak dapat dibiarkan begitu saja kepada kekuatan-kekuatan pasar. “Air pada dasarnya tidak dapat diperlakukan sebagai sekadar komoditas di antara pelbagai komoditas yang lain. Pemikiran sosial Katolik sudah selalu menekankan bahwa upaya mempertahankan dan memelihara harta milik umum seperti alam lingkungan dan lingkungan manusia, tidak dapat dijamin melulu oleh kekuatankekuatan pasar, karena harta benda itu berlandas pada kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yang tidak terjangkau logika pasar.” (bdk. Centesimus Annus, 40).

Dengan mengikuti metode “melihat, menilai dan bertindak”, buklet ini bertujuan untuk menyajikan kepada Anda informasi tentang isu yang berkenaan dengan air. Ini merupakan buklet kedua dari satu seri tentang isu-isu lingkungan yang dikumpulkan oleh sebuah kelompok kerja dari para promotor JPIC Internasional yang berbasis di Roma.

Tujuan utama kami adalah membantu mendorong terciptanya gaya hidup lestari dalam komunitas-komunitas religius. Buklet pertama berbicara tentang tema Perubahan Iklim dan Pemanasan Global (www.ofm-jpic.org/globalwarming). Sudah ada informasi berlimpah tentang air, karena itu kami tidak beritikad untuk mengupas seluruh aspek dari tema ini. Tanda-tanda zaman mengajak kita untuk mewujudkan pertobatan dalam sikap terhadap lingkungan. Kami berharap bahwa buklet ini menjadi satu langkah menuju ke arah itu.

Suatu pertanyaan inti adalah mengapa kita seharusnya lebih terlibat dalam isu ini dan isu lain yang berkenaan dengan Keadilan Sosial dan Lingkungan. Air adalah unsur hakiki, bukan saja untuk tanaman dan hewan yang tengah bertumbuh kembang, melainkan juga untuk bertahannya hidup manusia. Namun kelangkaan air adalah gejala yang mendunia. Di banyak wilayah pedesaan, permukaan air bawah tanah jauh menurun, mata air-mata air tercemar dan persediaan menurun secara drastis. Persingan atas sumber daya air di antara para pemanfaan irigasi, pemilik industri dan konsumen rumah tangga kota acap kali menguntungkan para penguasa, sehingga menelantarkan mereka yang kurang berdaya dalam kehausan. Kepasifan kita akan meninggalkan dampak mendalam bagi kehidupan dalam segala bentuknya dan khususnya bagi mereka yang lemah dan terpinggirkan di atas bumi pertiwi kita.

M E L I H A T

Sekelumit Data Tentang Air

Penyair, Samuel Taylor Coleridge dalam Rhyme of the Ancient Mariner mengatakan: “Air, air di mana-mana namun tak setetes pun untuk diminum.” Mengapa kita harus menjadi pemakai air yang efisien? Air segar semakin langka dewasa ini – Laporan Perkembangan Air Dunia PBB meramalkan bahwa “sekitar pertengahan abad ini, seturut perkiraan paling pesimis 7 miliar orang di 60 negara akan mengalami kelangkaan air, menurut perkiraan paling optimis 2 miliar orang di 48 negara.

Renungkan fakta-fakta berikut:

  1. Hampir 98% air di planet bumi adalah air asin, tidak baik untuk dikonsumsi manusia. Kurang dari 1% dari total air segar tersedia untuk kita; sebagian besar dari air segar itu tersimpan dalam salju dan es kutup.2 Dengan kata lain: dari setiap 100 liter air, kurang dari setengah senduk teh merupakan air segar yang dapat dikonsumsi oleh manusia.

  2. Konsumsi air global telah meningkat hampir 10 kali sejak tahun 1900. Penduduk dunia diramalkan bertambah sekitar 45% pada 30 tahun mendatang, sementara pemborosan air segar diperkirakan akan bertambah sekitar 10%.

  3. Perkiraan baru-baru ini memperlihatkan bahwa perubahan iklim akan turut menyebabkan meningkatnya kelangkaan air global sekitar 20%.3

  4. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelangkaan tersebut adalah:

    1. melorotnya sumber air, permukaan air bawah tanah, daerah-daerah rawa-rawa dan teluk.

    2. tidak meratanya penyebaran air.

    3. konflik-konflik lintas batas.

    4. privatisasi.

  5. Menurut Laporan Pembangunan Manusia PBB tahun 1998, 3/5 dari 4,4 miliar penduduk di negara-negara berkembang kurang mendapatkan akses kepada kesehatan dasar dan hampir 1/3 dari mereka tidak memiliki akses kepada air bersih.

  6. Dalam pertemuan tentang Tujuan Pembangunan Milenium, 2000, PBB sepakat untuk mengurangi hingga separuh (jadi 1,2 miliar) penduduk yang tidak memiliki akses kepada air yang layak dikonsumsi sampai sekitar tahun 2015. Target sejenis untuk tahun 2015 disepakati dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Dunia Mengenai Pembangunan Lestari, 2002, bagi sanitasi (tidak dimiliki sekitar 2,4 miliar orang).

  7. Penggunaan air global dibagi sebagai berikut: untuk pertanian: 70%; industri: 22% dan rumah tangga 8%.4

  8. Penggunaan air yang tak kasat mata: rata-rata air (dalam liter) yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilo: ubi-ubian (1.000), jagung (1.400), padi (3.400), daging ayam (4.600) dan daging sapi (42.500).5

  9. Lebih dari setengah sungai-sungai utama di dunia menipis dan tercemar secara serius, dan 25 juta orang mengungsi dari rumah mereka pada tahun 1998 karena tercemarnya dan hilangnya lembah-lembah sungai. Untuk pertama kalinya jumlah ini melebihi jumlah para pengungsi perang.6

  10. Organisasi Makanan dan Pertanian PBB memperkirakan bahwa 100 orang turis dalam waktu 55 hari menggunakan jumlah air yang sama dengan jumlah air yang dibutuhkan untuk menumbuhkan padi yang dapat menjadi makanan untuk 100 orang penduduk kampung selama 15 tahun.7

  11. Tipus, malaria, dengue, penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air menjadi penyebab kematian 5 juta orang per tahun. Hal ini berarti bahwa setiap menit sepanjang hari, di salah satu tempat terjadi kematian dari 10 orang, lazimnya anak-anak, kematian yang tidak seharusnya terjadi.8

  12. Perbandingan Konsumsi Air setiap hari: Gambia (4,5 liter); Mali (8.0); USA (500); dan Inggris (200). Persyaratan dasar yang dianjurkan untuk setiap orang adalah 50 liter, namun orang dapat bertahan dengan 30 liter.9

  13. Jaminan Air dan Makanan: dalam Pesan-Pesan Dalam Rangka Hari Perdamaian Dunia 2002,10 Paus Yohanes Paulus II menandaskan bahwa “air adalah faktor dasariah untuk jaminan makanan.” Dengan menggunakan rancangan komputer, sebuah laporan dari The International Food Policy Research Institute (IFPRI)11 memproyeksikan bahwa sekitar tahun 2025, kelangkaan air menyebabkan hilangnya 350 juta metrik ton produksi makanan potensial, lebih dari seluruh panenan gandum di Amerika saat ini. Dengan kata lain, tampak jelas bahwa faktor-faktor utama yang akan membatasi produksi makanan adalah air.

  14. Di negara-negara telah berkembang, dibutuhkan kurang lebih 15.000 liter air per tahun untuk membersihkan sampah manusia setiap orang (35 kilo kotoran badan dan 500 liter urin)12

Air Botol:

  1. “Rata-rata 25% air botol hanyalah air kran dan menurut tes-tes yang dilakukan oleh Natural Resources Defence Council (NRDC) di Amerika Serikat, air itu tidak memenuhi, paling tidak pada satu sampel, standar yang berlaku atau menyalahi pedoman-pedoman kebersihan mikrobiologis.”13

  2. Industri air botol menangguk keuntungan dari penjualan sumber daya bersama ini atas biaya lingkungan hidup. Memompa air dapat mengeringkan mata air, memusnahkan habitat dan merusakkan ekosistem. Kini, plastik merupakan jenis sampah dari arus sampah yang paling melonjak jumlahnya dan sekarang jumlahnya mencapai lebih dari 25% dari volume material yang dikirim ke tempat pembuangan sampah setiap tahun.14

  3. Kelompok Perrier, milik perusahaan Nestle dua kali lebih besar dari perusahaan air botol terbesar kedua. Nestle memiliki rata-rata 30% dari pasaran air botol. Danone menguasai 15% pasaran, Pepsi dan Coca-Cola menjadi perusahaan runner-up. Industri air botol saat ini bernilai 22 miliar dollar dan sejumlah ahli memperkirakan kenaikan potensial 30% setiap tahun.15

PRIVATISASI AIR – “TOPIK PENTING”
AIR DAN MULTINASIONAL

Menurut perkiraan, sekitar tahun 2025 dua pertiga dari penduduk dunia tidak akan memiliki akses kepada air minum dalam jumlah yang memadai. Banyak perusahaan multinasional melihat “krisis” bagi kemanusiaan tersebut sebagai peluang ekonomi. Majalah Fortune, edisi Mai 2000 menegaskan: “pada abad ke-21 air tampaknya akan mengambil peran yang dimainkan minyak pada abad ke-20: menjadin komoditas bernilai yang menentukan kesejahteraan bangsa-bangsa.” Namun, tidak seperti minyak, air tidak memiliki subsitusi!

Bagi banyak orang, air tidak dapat dipikirkan sebagai sebuah “komoditas” yang harus dibeli dan dijual. Air selalu dilihat sebagai suatu “modal publik” karena air sangat hakiki, bukan saja untuk kehidupan manusia, melainkan juga untuk hewan dan tanaman seperti juga untuk kehidupan planet itu sendiri. Penyediaan air karena itu merupakan tanggung jawab publik dan sistem-sistem perkotaan.

Dalam World Trade Organization (WTO)16 dan GATS-nya,17 penyediaan air akan diatur oleh sejumlah peraturan baru. Aturan-aturan tersebut memberi kemungkinan bagi perusahaan-perusahaan multinasional untuk “membeli dan menjual” air dalam suatu negara seturut pilihan mereka. Pikirkan contoh-contoh ini:

  • Alaska Water Exports pernah membuat sebuah proposal untuk mengangkut gunung es dari Alaska ke Arab Saudi.

  • Perusahaan multinasional Swiss, Nestle, memiliki 68 buah perusahaan air botol, memompa air dari Danau Michigan di Amerika Serikat dengan keuntungan sekitar 1,8 juta dollar per hari. 65% air diangkut dari wilayah itu dalam truk-truk besar untuk dijual ke tempat-tempat lain.

  • Pada tahun 1998, sebuah Perusahaan Kanada mendapat izin untuk mengangkut 156 juta galon air Danau Superior setiap tahun dan menjualnya di Asia. Proposal itu memang kemudian ditolak karena protes publik dan politis.18

Perang besar menyangkut air pertama pada abad ke-21 terjadi di Bolivia, ketika Bank Dunia menolak untuk membarui pinjaman 25 juta dollar kalau pengelolaan air minum tidak diprivatisasi. Setelah penggunaan air minum publik di kota Cochabamba dijual ke Bechtel, sebuah perusahaan besar AS, sewa air segera melonjak. Penduduk Cochabamba melakukan protes dalam demonstrasi besarbesaran berhari-hari yang akhirnya berujung pada mogok umum sehingga mematikan ekonomi kota dan Bechtel dipaksa untuk meninggalkan negara tersebut. Ketika artikel ini sedang ditulis, Bechtel mengadukan pemerintah Bolicia ke “pengadilan tertutup” WTO karena uang 25 juta dollar.

Dalam banyak hal, Bank Dunia dan IMF, memberlakukan persyaratan baru bagi pinjaman yakni privatisasi penyediaan air dan banyak pelayanan lain! “Sebuah kajian secara acak atas pinjaman-pinjaman IMF di 40 negara selama tahun 2000 mengungkapkan bahwa 12 negara memiliki persyaratan pinjaman yang memaksakan privatisasi penyediaan air. Umumnya, negara-negara Afrika, negaranegara terkecil, paling miskin, paling berleporan utang yang tertimpa persyaratan- persyaratan ini. Lebih dari 5 juta penduduk mati setiap tahun di Afrika akibatnya minimnya akses air.”19

Baru-baru ini, Harian Finansial Belanda menurunkan sebuah artikel yang menegaskan bahwa “Uni Eropa menekan negara-negara sedang berkembang untuk menyerahkan pasokan air mereka kepada perusahaan-perusahaan Eropa.” Artikel tersebut mennyingkapkan wilayah-wilayah di negara-negara anggota WTO, di mana EU ingin membuka akses pasarannya, dalam kerangka kerja GATS dan negosiasinegosiasi lanjutan yang relevan di bawah apa yang disebut Doha Round WTO.

Perusahaan-perusahaan air minum Eropa seperti Suez, Vivendi dan Thames Water berminat dalam meniadakan pasokan air minum publik di negara-negara berkembang. Apa yang terjadi adalah persetujuan-persetujuan legal, WTO, yang menjamin aliran yang bebas dan tak teregulasi dari barang, jasa dan modal lintas batas-batas nasional. Pemerintah negaranegara pemerintah melepaskan pengawasan mereka atas penyediaan air minum dalam negeri. Sebagai imbalannya mereka akan mendapat keringanan utang, janji untuk mendapat akses pasaran dan akses bagi bantuan asing. Para warga kemudian wajib untuk membeli air bersih dengan harga tinggi.

Manakala lembaga-lembaga ini (WTO, IMF) semakin mengambil alih fungsi pengambilan keputusan untuk kebijakan ekonomi dan sosial dari negara nasional, pertanyaan harus dilontarkan: Di mana masyarakat dapat menarik batas antara barang dan jasa yang harus dilindungi karena barang dan jasa tersebut dianggap sangat mendasar bagi kehidupan, mendasar bagi kemampuan seorang pria, seorang wanita atau seorang anak untuk menghayati sebuah kehidupan yang bermartabat, dan di pihak lain keharusan setiap bisnis untuk memaksimalisasikan keuntungan?

Pertanyaan-pertanyaan untuk Bagian “Melihat”

  1. Dari data-data tentang air, apa yang paling menantang dan mengganggu Anda dan mengapa?

  2. Fakta-fakta mana yang paling berkenaan dengan tempat tinggal dan negara Anda?

  3. Fakta-fakta mana yang paling membangkitkan harapan dalam diri Anda dan mengapa?

  4. Bagaimana Anda dan komunitas turut menjadi sebab dalam “masalah air”?

  5. Apa perasaan Anda tentang penguasaan atas sumber daya - sumber daya dari pihak perusahaan privat? Syeringkan.

MENILAI

AIR DALAM KITAB SUCI20

Selama abad-abad awal eksistensinya di Palestina, orang Yahudi tak pernah berhasil menduduki wilayah pesisir. Mereka bukan penduduk pantai atau bangsa pelaut. Laut dengan gelombang dan kedalamannya yang penuh misteri menakutkan mereka.

Orang lebih hidup di tengah pegunungan. Untuk keperluan air, mereka bergantung pada air hujan dan mata air. Pada saat hujan air jatuh dari ketinggian, dari atas, dari surga. Di mata air, air keluar dari bawah, dari bumi. Di samping itu, ke manapun arah yang ditempuh seorang, dekat atau jauh, pasti orang akan bertemu air, di Laut. Air ada di atas, di bawah dan di samping. Berpijak dari pengamatan empiris ini, mereka membayangkan penciptaan. Pada hari kedua, Allah memisahkan air, yang di atas dan di bawah, dan menciptakan ruang. Pada hari ketiga, di atas permukaan bumi ini, Allah memisahkan bagian yang kering dari bagian yang tergenang air dan daratan pun muncul. Puisi yang sangat indah dalam Mazmur 104 melukiskan bagaimana Allah berhasil mengendalikan air dan menjadikannya sebagai alat pelayan kehidupan.

Sebelum menduduki tanah terjanji pada abad ke-13 sebelum Kristus, penduduk tersebut adalah kaum nomaden, yang berkelana di padang dan menetap di matamata air di tengah padang. Yesus adalah gembala yang baik yang menuntun dombanya ke mata air kekal kehidupan (Mzm 23, Yoh 10).

Ketika kerajaan jatuh pada tahun 587 dan tanda-tanda tradisional akan kehadiran Allah, kanisah, pemilikan lahan, pembawaan korban, lembaga imami dan Yerusalem dihancurkan, banyak orang berkata: “Allah telah memusnahkan kami dan melupakan kami.” Namun Yeremia menjawab: “Allah tidak melupakan kamu! Allah tidak memutuskan perjanjian dengan kamu!” “Bagaimana engkau tahu hal itu?” tanya mereka. “Karena hujan terus turun pada waktunya, sungai tak berhenti mengalir ke laut, mengairi daratan … “ (bdk. Yer 31: 35-37; 33: 19-26).

Air berguna untuk membersihkan, untuk memuaskan dahaga, menyirami tanaman, menyegarkan, menyiapkan makanan, sebagai tempat berenang dan banyak tujuan lain. Mustahil kita bisa hidup tanpa air.

Wanita Samaria mengambil air dari mata air untuk memuaskan dahaganya setiap hari. Ketika berbicara dengan Yesus, ia menemukan mata air lain, di dalam dirinya sendiri, membual kehidupan kekal (Yoh 4:14). “Berbahagialah orang … yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran sungai, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mzm 1:2-3).

Sumber-sumber alkitabiah:

  • sejumlah teks yang berbicara tentang air dan simbolismenya:

  • Yoh 7: 37-39, janji tentang air kehidupan.

  • Yoh 4: 7-14, air kehidupan dalam percakapan dengan wanita Samaria.

  • Yeh 47: 1-12, visi indah tentang air yang mengalir dari kanisah yang mengairi segala sesuatu.

  • Why 7: 17, domba yang menuntun ke mata air kehidupan.

  • Why 22:2, Air yang mengalir dari Eden baru menghasilkan kehidupan di mana saja.

  • Kej 2:10-13, Sungai Eden di bumi yang menghasilkan empat sungai besar dunia.

  • Mzm 107: 23-30, Allah menenangkan prahara laut (bdk. Mrk 4:35-41).

REFLEKSI TEOLOGIS21

Air adalah suatu realitas primordial, dan mempunyai peran penting. Simbolismenya menyangkut setiap tahap kehidupan. Mitos-mitos kuno dan ilmu modern sependapat manakala mereka melihat air sebagai asal usul kehidupan, cairan ketuban yang mempertahankan embrio evolusi dan pertumbuhan. Sebagai pangkal utama segala materi organis, air mutlak perlu bagi eksistensi semua makhluk yang hidup, manusia, hewan dan tanaman.

Kehadirannya menjamin kehidupan dan pertumbuhan; ketiadaannya menjadi pertanda bagi kematian dan kehancuran. Air menyegarkan dan membarui: sebuah kolam menghidupkan kembali dan memulihkan batang-batang yang layu dan lemah; sebuah mata air menyejukkan dan menenangkan sebuah jiwa yang penuh beban dan tertimpa kesulitan; sebuah tempat mandi membersihkan dan menjernihkan tubuh yang kotor dan tercemar. Tak heran kalau orang memilih berlibur dekat air agar memperoleh pembaruan dan penyegaran.

Air memiliki perputarannya sendiri yang berada di luar jangkauan kendali kita. Hujan yang turun untuk semua orang, baik kaya maupun miskin, mengingatkan kita bahwa penciptaan adalah sebentuk karunia yang dipercayakan kepada kita untuk dijaga. Air bukan milik orang perorangan namun suatu hadiah gratis demi kebaikan semua orang. Ketika politik atau ekonomi berusaha menghambat akses umum kepada hak universal ini, maka tatanan kodrati dijungkirbalikkan. “Kesulitan air dewasa ini bukanlah satu bentuk kelangkaan mutlak, melainkan soal pembagian dan soal sumber daya.

Akses dan perampasan hak melatari sebagian besar keputusan utama tentang air. Karena itu, kaitan antara kebijakan menyangkut air dan etika semakin mencuat ke permukaan di seluruh dunia.”

Dalam tradisi Yudeokristiani, simbolisme yang kaya tentang air tertuang sebagai ikhtisar indah dalam “Doa untuk air baptis” dalam ritus pembaptisan.

Pada awal mula penciptaan Roh Allah melayang-layang di atas air dan menjadikannya sumber semua kebaikan. Air samudra raya adalah tanda dari air pembaptisan, pratanda kehidupan yang akan datang, akhir dosa dan awal baru bagi penciptaan semesta.

Melalui air Laut Merah Allah menuntun Israel ke luar dari Mesir. Dalam air pembaptisan Umat Allah yang baru dibebaskan dari perbudakan dosa. Melalui sungai Yordan, Tuhan menuntun umat pilihan-Nya ke dalam negeri Kanaan agar dapat hidup dalam kesatuan dan kedamaian. Melalui air baptisan, umat Allah yang berziarah memasuki tanah terjanji, tempat keadilan dan ketentraman meraja. Para nabi memaklumkan suatu bentuk pemurnian masa depan yang bakal menciptakan suatu hati yang baru dan melimpahkan roh baru. Yohanes Pembaptis mengajarkan suatu baptisan demi pengampunan dosa dan menampilkan secara dramatis pratanda dari turunnya penebusan melalui ritus permandiannya.

Sebagai pemenuhan baptisan-Nya, Yesus mati pada salib dan, ketika air dan darah mengalir dari lambung-Nya, Ia membuka bagi kita jalan keselamatan.

Pembaptisan bukanlah suatu ritus peralihan untuk menjadi anggota sebuah kelompok privilese. Pembaptisan pertama-tama dan terutama adalah sebentuk komitmen kepada hidup dalam pelayanan bagi sama saudara-saudari kita dan komitmen untuk memaklumkan keadilan Allah dan Bapa kita sebagaimana dilakukan Yesus. Pembaptisan adalah sakramen, melaluinya kaum beriman mengungkapkan komitmen mereka untuk hidup sebagai jemaat penuh Roh, yang berikhtiar mengantisipasi kesempurnaan hidup yang disiapkan Allah bagi semua ciptaan.

Dokumen-Dokumen Gereja Tentang Ekologi

  • Pesan Paus Yohanes Paulus II dalam rangka Hari Perdamaian Sedunia (1 Januari 1990).

  • Katekismus Gereja Katolik 299-301; 307; 339-341; 344.

  • Ensiklik Populorum Progressio, 22,23-24,69

  • Ensiklik Centesimus Annus, 37-38

  • Ensiklik Laborem Exercens, 4

  • Ensiklik Mater et Magistra, 196, 199

  • Octogesima Adveniens, 21

  • Konstitusi dogmatis, Lumen Gentium, a. 36

  • Konstitusi pastoral, Gaudium et Spes a. 34

  • Sinode para Uskup: Keadilan di Dunia, Bab 1, a. 2

  • Ensiklik, Evangelium Vitae, 42

  • Imbauan Apostolik, Vita Consecrata, 90

  • Imbauan Apostolik, Ecclesia in America, 25

  • Imbauan Apostolik, Ecclesia in Asia. 41

  • Imbauan Apostolik, Ecclesia in Oceania, 31

  • “Water, Fount of Life and a Gift for All.” Bolivian Episcopal Conference, Cochabamba, 12 Februari, 2003 (Spanish).

BEBERAPA TANTANGAN ETIS DAN POTONGAN
TEKS TAHTA SUCI UNTUK KYOTO22

  1. Akses kepada persediaan air yang bersih dan memadai adalah hak asasi:

    • “Air adalah milik bersama bangsa manusia. Inilah basis bagi kerja sama dalam rangka suatu kebijakan air yang memberikan prioritas kepada orang-orang yang hidup dalam kemiskinan …“

    • “Peran sentral pribadi manusia harus diutamakan dalam setiap pertimbangan …“

    • Bagaimana pun juga, “di banyak negara sedang berkembang pelayanan air, dalam rangka menyediakan pasokan air yang aman, masih sangat jauh dari cukup. Situasinya sekian dramatis sehingga tidak dapat ditangani tanpa meningkatnya bantuan pembangunan dan investasi swasta terpusat dari luar negeri.”

    • “Dana-dana yang diberikan melalui keringanan utang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pelayanan air,”

  2. Privatisasi dan milik bersama: ada bahaya yang melekat pada sikap yang melihat air sekadar sebagai komoditas, yang dapat dijual di pasar.

    • “Prinsip tujuan universal barang-barang hasil ciptaan menandaskan bahwa penduduk dan negara-negara, termasuk generasi yang akan datang, memiliki hak atas akses fundamental kepada barang-barang tersebut …”,

    • “Ternyata sangat sulit untuk menjaga keseimbangan yang benar dari kemitraan publik – privat. Kesalahan-kesalahan serius sudah dilakukan.”

    • “ … upaya pemberdayaan pemerintah-pemerintah dan komunitas-komunitas lokal dalam mengendalikan persediaan air harus mendapat penekanan. Managemen air harus berpijak pada pendekatan partisipatoris, melibatkan pemanfaat, perencana dan pengambil kebijakan pada semua tingkatan.”

    • “Dalam membentuk keterlibatan sektor privat bersama negara, harus ada kesetaraan umum antara semua pihak, yang memungkinkan lahirnya keputusankeputusan atas dasar informasi yang memadai dan kesepakatan-kesepakatan yang masuk akal. Keprihatinan utama dari keterlibatan sektor privat dalam bidang air adalah jaminan bahwa upaya-upaya dalam mencapai pelayanan air yang efisien dan dapat diandalkan tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak semestinya bagi kaum miskin dan keluarga-keluarga berpendapatan rendah.”

  3. Keutuhan Ciptaan: Seorang Kristen dipanggil untuk mengembangkan dan melindungi lingkungan, bukan saja untuk kepentingan komunitas manusia, melainkan untuk keutuhan seluruh ciptaan.

  4. Prinsip preventif: pencegahan dampak buruk adalah metode terbaik dalam melindungi lingkungan dan merupakan strategi yang berpihak kepada kaum miskin.

  5. Prinsip pencegahan: polusi tak dapat diterima. Kita harus mengambil keputusan-keputusan dan aksi-aksi demi menghindari kemungkinan kerusakan lingkungan yang serius dan tak terpulihkan, bahkan ketika pengetahuan ilmiah tidak memadai dan tidak meyakinkan.

  6. Prinsip “penyebab polusi harus bayar”: mereka yang merusakkan seharusnya membayar kompensasi kepada para korban dan membayar untuk menebus kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

  7. Kemarahan yang wajar: pengetahuan tentang kerusakan lingkungan dan ketersisihan dari akses menuju air, serta bahaya yang melekat dalam komersialisasi air demi kepentingan mereka yang memiliki privilese, harus membangkitkan rasa marah yang adil dalam diri para pengikut Yesus.

“Bagi pemanfaat air yang hidup dalam kemiskinan … pemilikan air menyangkut hak mereka atas hidup.”

Kelompok kecil, yang memiliki sarana untuk mengontrol, tidak dapat memusnahkan atau menghabiskan sumber daya ini, yang ditentukan untuk digunakan semua orang. Kepentingan-kepentingan kuat internasional, publik pun privat, harus menyesuaikan agenda-agenda mereka untuk melayani kebutuhan manusia, bukannya menguasainya.”

Pertanyaan untuk Bagian MENILAI

  1. Lukiskan dalam satu kalimat (beberapa kata) apa pendapat Anda tentang posisi Gereja berkaitan dengan soal air?

  2. Bagaimana hal ini dibandingkan dengan etika pasar penawaran dan permintaan?

  3. Apa pernyataan atau komentar Gereja yang terakhir (lokal pun internasional), yang Anda ingat, menyangkut lingkungan umumnya dan air khususnya? Reaksi apa yang muncul dalam komunitas Anda?

  4. Apakah ada kapitel kongregasi Anda yang membuat pernyataan tentang keutuhan ciptaan?

BERTINDAK

MENGAPA ORANG BIARA SEHARUSNYA PEDULI DAN
TERLIBAT DALAM ISU-ISU LINGKUNGAN?

Air adalah satu faktor penentu dalam kemampuan bumi yang luar biasa untuk menahan penderitaan, untuk memulihkan dirinya.

Namun serangan dewasa ini terlampau kuat dan membahayakan kemungkinan manusia bias hidup terus di atas bumi ini. Sementara sistem penataan air makin berantakan, jutaan manusia menderita karena hak atas air telah tersita. Kita sedang dalam posisi harus membela baik saudara-saudari kita maupun alam itu sendiri.

Dokumen kepausan yang menjadi tonggak penting, yang dibaktikan sepenuhnya untuk isu lingkungan dan pembangunan berjudul Perdamaian dengan Allah Sang Pencipta, Perdamaian dengan semua ciptaan (1 Januari 1990) menandaskan “secara istimewa orang-orang Kristen sadar bahwa kewajiban mereka terhadap alam dan ciptaan merupakan bagian hakiki dari iman mereka” (no. 15).23

Keutuhan ekologis merupakan bagian hakiki dari semua tradisi iman dan menjadi isu penting, mereka dapat mengembangkan dialog, kolaborasi dan saling pemahaman seputar isu ini. Umat beriman dari semua tradisi bersama-sama menyatukan niat dan kepedulian bagi kemanusiaan serta perhatian bagi bumi penyangga kehidupan. Mereka bekerja sama pada tingkat lokal dan internasional untuk melindungi air planet ini yang sekian bernilai dan menjamin hak semua orang untuk mendapat akses kepada air. Di dalam krisis yang tengah kita hadapi, kita perlu bergabung dengan mereka yang tidak memiliki air dan berada dalam ancaman, dan bersama mereka yang tengah berjuang demi memperoleh keadilan bagi manusia serta berjuang demi pemeliharaan sumber daya berharga yang satu itu.

Inilah Tantangan Dewasa ini:

  • Dimensi profetis kehidupan religus memanggil kita kepada satu gaya hidup yang ditandai oleh kesederhanaan dan penghormatan terhadap semua makhluk ciptaan.

  • Banyak kaum biarawan/ti yang terlibat dalam isu air karena mereka bekerja di tengah jemaat-jemaat yang tidak memiliki akses kepada air.

  • Kita adalah orang-orang yang dapat membaca “tanda-tanda zaman”.

  • Kita dipanggil untuk selalu berada dalam proses pemindaian (discernment) berkelanjutan.

  • Kita memiliki sumber daya-sumber daya dan membangun jaringan dan cara-cara untuk mengkomunikasikan pesan dan memberikan peringatan akan ancaman terhadap kehidupan ini.

  • Melalui spiritualitas dan karisma-karisma kita, kita memiliki komitmen bagi rekonsiliasi dan pemulihan keseimbangan.

  • Kita adalah orang-orang yang berpijak pada etika kesejahteraan umum dan etika bela rasa dengan mereka yang menderita dan membutuhkan pemeliharaan.

Bagaimana tanggapan kita, akan ketergantungan kepada tempat kita hidup. Untuk mereka yang hidup dalam masyarakat-masyarakat dan negara-negara yang ditandai oleh nilai-nilai konsumerisme dan materialisme, cara-cara untuk hidup dalam harmoni dengan ciptaan akan berbeda dari mereka yang hidup di tengah masyarakat-masyarakat dan negara-negara, di mana hakikat utama untuk suatu kehidupan yang bermartabat secara manusiawi nyaris tak ada.

MELINDUNGI DAN MENJAGA AIR

Beberapa Hal Yang Dapat Anda Lakukan

RENUNGKAN

  • Setiap kali Anda melihat atau menggunakan air, ingatlah bahwa air tersebut adalah satu karunia Allah. Belajarlah untuk mengembangkan sikap hormat terhadap zat cair vital ini. Air bukanlah sebentuk komoditas atau objek melainkan “saudari kita”. Dengan menumbuhkan satu sikap kontemplatif kita dituntun menuju Pencipta melalui makhluk ciptaan. “Puji-pujian bagi-Mu, Tuhanku, melalui saudari air, begitu bermanfaat, sederhana, agung dan jernih.”

  • Air adalah kehidupan – kehidupan untuk orang miskin – kehidupan untuk dunia.

BELAJAR

  • Jadilah tokoh pembela “air untuk semua” sebagai hak asasi manusia.

  • Kembangkan suatu kesadaran kritis. Waspadalah terhadap rekomendasirekomendasi yang mengambil tanggung jawab dari tangan pemerintahpemerintah lokal dan nasional atas isu air dan menyerahkannya kepada perusahaan-perusahaan swasta, khususnya multinasional.

  • Libatkan masyarakat madani dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi-strategi untuk mempertahankan dan memelihara air.

  • Belajarlah dari komunitas- komunitas yang berhasil memecahkan masalahmasalah yang berkenaan dengan air.

  • Temukan siapa yang memiliki perusahaan-perusahaan air botol yang terjual di tempat Anda hidup.

MENGHEMAT

  • Pikirkan sejumlah cara agar Anda menghemat air di rumah Anda.Misalnya, perbaiki keran-keran air, batasi kegiatan siram taman dan berlama-lama mandi dan berikan dukungan untuk metode-metode alternatif dalam menangani pembuangan kotoran melalui air.

  • Hidupkan kembali teknik-teknik mengambil air (pengetahuan dan praktik-praktik tradisional), lindungi daerah mata air dengan mendorong program-program penghijauan dan berkampanye untuk menanam pohon.

  • Bangun kesadaran menyangkut pentingnya daerah berumput yang sehat, daerahdaerah pertanian, tanah-tanah payau dan daerah-daearah hutan; itulah jaminan satusatunya terhadap kelangkaan air.

MEMBELA

  • Hak-hak komunitas lokal untuk mengelola sumber daya-sumber daya air mereka. Pertanyakan secara kritis liberalisasi dan komersialisasi pelayanan air dan sanitasi.

  • Buatlah pembelaan pada tingkat lokal, nasional dan internasional.24 i) temukan bagaimana air dikelola di negara, wilayah dan kota Anda? ii) Temukan apa kebijakan berkenaan dengan air dan kesehatan di wilayah lokal Anda dan negara Anda; iii) berkonsultasilah dengan LSM yang memiliki nama baik atau ahli lain untuk informasi ini dan: iv) bekerja samalah dengan mereka dalam membela hak asasi atas air dan kesehatan.

  • Pembelaan di negara-negara maju: desaklah para menteri perdagangan dan komisi Eropa untuk perdagangan untuk melakukan pembelaan dalam bahasa yang gamblang pada kesempatan negosiasi GATS berkaitan dengan tersisihnya tema akses ke air untuk rumah tangga dan pelayanan kesehatan dasar dari persetujuan GATS yang direnegosiasi.

  • Batasi penggunaan pupuk untuk lahan rumput, dan pastikan penggunaan pupuk bebas fosfor. Kebanyakan lahan berumput sudah memiliki semua fosfor yang dibutuhkannya.

MENGUBAH

  • Jadilah seorang konsumer terdidik! Belilah produk-produk yang dapat didaur ulang dan ramah lingkungan.

  • Pertobatan personal: pilihlah satu aktivitas yang Anda sendiri dapat lakukan dengan penuh pengabdian dan aktivitas lain yang dapat Anda lakukan dengan orang lain. Buatlah evaluasi atas hal ini di masa yang akan datang.

  • Pertobatan struktural: berikan dukungan pada sejumlah kampanye, baik nasional maupun internasional, yang berikhtiar untuk menjamin sebuah kerangka hukum yang adil bagi perlindungan atas air dan akses terhadap air dan/atau fasilitas-fasilitas kesehatan. Buatlah evaluasi atas hal ini suatu saat di waktu yang akan datang.

  • Ubahlah kebiasaan rutin harian Anda dan bantulah untuk mengurangkan polusi dan penggunaan air. Kurangi kebiasaan menggunakan kendaraan dan lebih sering gunakan sepeda, jalan kaki atau gunakan pedati untuk membantu mengurangkan produksi zat beracun penyebab polusi udara pemicu hujan asam.

  • Jangan sikat gigi dengan air keran yang tetap mengalir – Anda bisa menghemat 4 galon per menit – dan kapan saja Anda menggunakan air, gunakan lebih sedikit.

  • Kecilkan temperatur pemanas air Anda dan thermostat rumah Anda untuk mengurangkan penggunaan energi dan membantu menurunkan zat pemicu polusi yang menyebabkan hujan asam.

  • Syeringkan pengetahuan dan kegiatan-kegiatan Anda.

  • Apa lagi yang lain?

PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK BAGIAN “BERTINDAK”

  1. Berikan gambaran sejumlah kegiatan yang terjadi di tingkat lokal atau dekat tempat Anda dalam rangka mempertahankan dan melindungi sumber-sumber air. Siapa saja yang terlibat dan apa alasan keterlibatannya?

  2. Bagaimana Anda dan komunitas Anda dapat memberi sumbangan dalam rangka “pemecahan masalah air”?

  3. Apakah ada anggota kongregasi Anda yang tengah bekerja di negaranegara di mana air telah “diprivatisasi”? Cari tahu dari mereka apa yang terjadi. Tanyakan entah ada tindakan-tindakan yang diminta oleh komunitas internasional.

UNTUK REFLEKSI DAN DOA

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam komunitas atau bersama teman-teman untuk berefleksi dan berdoa dengan menggunakan format berikut.

Aturlah agar sebuah piring berisi air menjadi pusat yang sederhana bagi doa Anda.

AJAKAN UNTUK BERDOA: Allah Pencipta, Roh-Mu melayang-layang di atas permukaan air, Engkau mengumpulkan laut ke tempatnya, dan mengarahkan aluralur sungai. Engkau menurunkan hujan ke atas bumi sehingga bumi menghasilkan kehidupan. Kami memuji Dikau untuk karunia air. Ciptakan dalam diri kami rasa kagum dan berterima kasih atas karunia air dan segala karunia lain, sehingga kami menerimanya dengan rasa syukur, menjaganya dengan penuh rasa cinta, membaginya penuh kedermawanan dengan semua makluk ciptaanmu, demi kehormatan dan kemuliaan nama-Mu yang suci.25

KITAB SUCI Mzm 65

REFLEKSI DALAM DIAM:

PERNYATAAN IMAN:

  • Aku percaya bahwa air adalah milik bumi dan semua makhluk.

  • Aku percaya bahwa air harus dihemat sepanjang waktu.

  • Aku percaya bahwa air yang tercemar polusi harus diolah ulang agar dapat digunakan.

  • Aku percaya bahwa air adalah pusaka publik yang harus dijaga pada setiap tingkatan pemerintah.

  • Aku percaya bahwa pasokan air bersih yang memadai merupakan hak asasi manusia.

SYERING IMAN: syeringkan sesuatu yang Anda pelajari dalam buklet tentang air ini. Apakah ada sesuatu yang mengejutkan Anda? Adakah sesuatu yang mengganggu Anda?

PEMBERKATAN AIR:

Datanglah mendekati piring dengan air. Tunduklah di hadapannya, letakkan tangan Anda di dalamnya, buat tanda salib dan biarkan air memberkati Anda.

LAGU PENUTUP: pilihlah sebuah lagu untuk mengakhiri doa Anda.

SUMBER-SUMBER DAN BAHAN REFERENSI:

WEBSITES:

Dalam Beberapa Bahasa:

  1. Laporan tentang Perkembangan Air di Dunia : Air Untuk Masyarkat, Air Untuk Kehidupan (PBB) : laporan ini dapat diambil dari internet. Sebuah ringkasan setebal 36 halaman tersedia dalam tujuh bahasa http://www.unesco.org/water/wwap/wwdr/ex_summary/

  2. Tahun Internasional Untuk Air Segar (lembaran resmi) : Dalam Bahasa

  3. Inggris, Spanyol dan Prancis – Informasi tentang apa yang sedang terjadi di

  4. negara Anda sendiri, klik pada bagian “The Year around the World”. http://www.wateryear2003.org/ev.php?URL_ID=1456&URL_DO= DO_TOPIC&URL_SECTION=201

  5. Pembagian Air yang Adil Untuk Semua Orang : perlawanan global dan lokal terhadap kontrol dan perdagangan air : dua puluh enam halaman. Diterbitkann oleh Friends of the Earth. Tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol dan Jepang http://www.foei.org/index.php

  6. Dokumen: Air, Keadilan Untuk Semua – Kepercayaan Eropa dan Afrika Jaringan Keadilan (Bahasa Inggris dan Spanyol) http://www.aefjn.org/english/issues/equitable%20trade.htm

  7. Laporan Komisi Internasional Tentang Bendungan-Bendungan http://www.damsreport.org/ Laporan lengkap dalam bahasa Inggris dan Spanyol : http://www.damsreport.org/report/ Ringkasan Laporan tersedia dalam bahasa Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Portugis, Hindi, Polandia, Rusia,Cina dan Jepang http://www.damsreport.org/report/overviews.htm

  8. Jaringan Internasional Gender dan Perdagangan : International Gender and Trade Network (IGTN): - dalam bahasa Spanyol dan Inggris http://www.igtn.org/EconoLit/Literacy.html

  9. UNESCO dan Air: - dalam bahasa Inggris dan Prancsis dan Spanyol http://www.unesco.org/water/index_es.shtml

  10. Masalah Lingkungan Global dalam Garis Besar - Global Environmental Outlook 3 (GEO 3-) menawarkan sebuah pemaparan singkat tentagn situasi lingkungan selama tiga dekade terakhir (dalam bahasa Inggris, Spanyol, Prancis dan Rusia) dan bagaimana faktor-faktor sosial, ekonomis dan lain-lainnya telah berperan dalam perubahan-perubahan yang terjadi. http://www.rolac.unep.mx/geo/geo3/ Satu bagian dari laporan ini berbicara tentang air segar http://www.grida.no/geo/geo3/english/265.htm (English).

  11. Forum Sosial Dunia - Air : - dalam bahasa Inggris, Spanyol dan Portugis - http://agenciacartamaior.uol.com.br/agencia.asp?coluna=forum_agua

  12. Koalisi Swiss: - Dalam bahasa Jerman, Prancis, Italia dan Inggris - http://www.swisscoalition.ch/deutsch/pagesnav/H.htm

  13. Lembaga Dunia Untuk Penyelamatan Air : - Dalam bahasa Inggris, Arab, Cina, Prancis, Rusia dan Spanyol http://www.wwrf.org

Dalam Bahasa Inggris :

  1. Kelompok Kerja Internatioanal Tentang Air : www.citizen.org/cmep/water

  2. Selamatkan Air http://www.savewater.com.au/default.asp: sebuah sumber yang direkomendasikan oleh Planet Ark. (dalam bahasa Inggris).

  3. Greenhouse gas emissions from Dams: for a free pdf file copy of the 24 page report in English, go to: http://www.irn.org/programs/greenhouse/index.asp?id=pt1.html

  4. Para Penguasa Air: http://www.icij.org/dtaweb/water/default.aspx (sebuah artikel tentang konsern-konsern multinasional dan usaha mereka untuk mengontrol air – (Ramalan para analis bahwa dalam tempo 15 tahun mendatang perusahaan-perushaan iniakan menguasai 65 sampai 75 % air yang hingga kini merupakan milik publik di Eropa dan Amerika Utara

  5. 110 Cara Menyelamatakan Air – dalam bahasa Inggris http://www.wateruseitwisely.com/waterSavingTips/100tips.html

  6. Bermimpi Tentang Sebuah Komunitas Yang Lestari – dalam bahasa Inggris – sebuah proses merancangkan visi untuk komuitas Anda http://www.wri.org/action/action_vision.html

  7. Situasi Kutub : www.polarisinstitute.org

  8. Situasi Global Air dalam Garis Besar http://www.ifpri.org/media/water2025.htm - Dalam bahasa Inggris -, Web Site ini berhubungan dengan keamanan air dan ketahanan pangan dan menawarkan sejumlah buku yang dapat dibaca atau dipesan

  9. Pantauan atas Air: http://www.waterobservatory.org/

Dalam Bahasa Jerman /Portugsi/Spanyol/Prancis/Italia

  1. www.netzwerk-afrika-deutschland.de

  2. Tierra America: - Dalam bahasa Portugis dan Inggris http://www.tierramerica.net/agua_2002/index.shtml

  3. Forum Masyarakat Dunia Untuk Air (Florence): - Dalam bahasa Italia - http://www.cipsi.it/contrattoacqua/forum-acqua/it/index.htm

  4. Forum Sosial Brasil - Air: - Dalam bahasa Portugis http://www.estadao.com.br/ext/ciencia/agua/

  5. Air 2003 – Dalam bahasa Italia, Prancis dan Jerman - http://www.wasser2003bildung.ch/

  6. Ekologi dan Aksi : - Dalam bahasa Spanyol http://www.ecologistasenaccion.org/accion/agua/home.htm

  7. Gerbang Lingkungan – Dalam bahasa Spanyol: - http://www.ecoportal.net/temas/agua.htm

  8. Selamatkan Air dan Energi : (petunjuk teknis) : - Dalam bahasa Spanyol - http://www.ahorraragua.com/

  9. Penyelamatan terhadap Lingkungan (Prancis) : http://www.environnement.gouv.fr/dossiers/eau/default.htm

  10. Dokumen Evian: -Dalam bahasa Inggris dan Prancis - http://www.g8.fr/evian/english/navigation/2003_g8_summit/ summit_documents/water_-_a_g8_action_plan.html

Berikut Ini Adalah Mereka Yang Dengan Pelbagai Cara Memberikan
Sumbangan Bagi Buklet Ini:

Cathy Arata SSND., Caroline Price RGS., Willy Ollivier CICM, Antonio Silvio Da Costa Junior O.CARM., Enrique Marroquín CMF., Jefferies Foale C.P., Dominick Pujia, FMS., Tiziana Longhitano SFP., Françoise Weber FCJM., Karen Gosser SHCJ., Michael Heinz SVD., Gearóid Francisco Ó Conaire OFM., Marjorie Keenan RSHM., Vanya Walker-Leigh, novice TSSF (Anglican Communion), Mons. Liam Bergin, Carlos Mesters O.CARM., Josefina Arrieta FMM., Jacqueline Millet FMM., Joe Rozansky OFM., Dina Trevissan FMM., Dionysius Mintoff OFM., Rita Toutant MSOLA., Paul Gabriel Pak C.P., Boze Vuleta OFM., Hugo Poepping SVD., M. Andrzeja Godziek SSND., Larry Finn C.P., Biro Penerbitan Provinsi SVD Ende (Indonesia), Michael Moran CP (artwork).

(Artwork dilindung hak cipta, kecuali digunakan dalam mereproduksi buklet ini).

Informasi selanjutnya

Dokumen ini bisa diambil dari Web page: www.ofm-JPIC.org/agua
dalam bahasa Indonesia, atau banyak bahasa lain.
Dokumen ini bisa dicetak dengan komputer.
Sebaliknya dari mencetak dokumen ini dengan komputer, anda bisa mengambilnya dalam bahasa Indonesia dari:

Penerbit Ledalero
Seminari Tinggi Ledalero
Maumere 86152 NTT, Indonesia
Telp: (0382) 21893 – Fax : (0382) 21892
e-mail: penerbitledalero@yahoo.com


1 Komentar: “Sister Water – A Fransiscan Perspective,” oleh Bro. Celso Marcio Teixeira ofm. c.f., http://www.ofm-jpic.org/ecology.

2 UNEP, Pandangan Lingkungan Global

3 Laporan Pembangunan PBB

4 Rob Boden, Water Supply: Our Impact on the Planet (Hodder Wayland 2002)

5 Peter Gleick, The World’s Water 2000-2001 (Island Press 2000)

6 Latin America Press, #7, 28 Februari 2002

7 Guardian Unlimited, 12 Mai, 2001; artikel dari Esther Addley: “Tourist’s Water Demands Bleed Resorts Dry”.

8 www.worldwater.org

9 New Internationalist Magazine, Maret 2003.

10 Pesan-pesan Tahta Suci Dalam Rangka Hari Perdamaian, termasuk, 2001, dalam 6 bahasa: http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/messages/peace/index.htm.

11 “The Global Water Outlook to 2025: Averting an Impending Crisis” http://www.ifpri.org/pubs/fpr/fprwater2025.pdf

12 New Internationalis Magazine, Maret 2003

13 Water for All Campaign, Public Citizen (www.citizen.org/cmep/water)

14 Ibid.

15 Ibid.

16 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang menetapkan aturan-aturan untuk perdagangan internasional, memiliki keyakinan tak tergoyahkan akan kebajikan dari kekuatan pasar. Berpusat pada penyingkiran apa yang disebut hambatan-hambatan perdagangan, organisasi ini berjuang untuk membangun pasar lintas dunia, tak terganggu oleh kebudayaan, tradisi-tradisi politis, hak-hak sosial, atau suakan lingkungan.

17 Kesepakatan Umum tentang Perdagangan Jasa (GATS) – salah satu dari efek-efek globalisasi adalah tekanan yang sekian pesat dan sering tak perlu dalam rangka privatisasi dan pengambilalihan jasa publik oleh perusahaan-perusahaan swasta – termasuk pendidikan, kesehatan, pengelolaan air dan jasa penataan wali kota – di negara-negara di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan besar transnasional untuk industriindustri jasa bekerja sama dengan pemerintah-pemerintah nasional dan badan-badan internasional untuk menyusun seperangkat aturan yang berkuasa yang akan membuka pasaran jasa internasional. Inilah inti negosiasi yang tengah berlangsung saat ini di pusat WTO di Geneva, di mana pemerintah-pemerintah nasional bernegosiasi tentang pakta perdagangan dan investasi yang baru.

18 Defend the Global Commons (Vol.2.No.1. 1 Jan2003) www.citizen.org/cmep/water

19 Pamflet Global Water Grab dari Polaris Institut (  www.polarinstitute.org)

20 Fr. Carlos Mesters, O.Carm./2003

21 Mgr. Liman Bergin, Rektor Irish College, Roma.

22 Ibid.

23 Pesan-pesan Dalam Rangka Hari Perdamaian Dunia, termasuk tentang lingkungan hidup, 1990, dalam 6 bahasa: http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/messages/peace/index.htm

24 dokumen AEFJN tentang air. c.f. http://www.aefjn.org/

25 World Council of Churches Prayer Service



Aku adalah Alfa dan Omega,
Yang Awal dan Yang Akhir.
Orang yang haus akan
Kuberi minum dengan cuma
cuma-cuma dari mata
air kehidupan.
Why 21:6